Kemenag Siapkan Rukyat Hilal di 96 Titik untuk Tentukan Awal Ramadan 2026

- Jumat, 06 Februari 2026 | 14:35 WIB
Kemenag Siapkan Rukyat Hilal di 96 Titik untuk Tentukan Awal Ramadan 2026

MURIANETWORK.COM - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang akan digelar pada 17 Februari 2026 mendatang ini merupakan langkah krusial sebelum sidang penetapan (isbat) resmi diadakan. Pemantauan akan dilakukan secara simultan di 96 titik yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, melibatkan jaringan pengamat dari instansi pemerintah, ormas Islam, hingga lembaga ilmu pengetahuan.

Forum Sidang Isbat: Titik Temu Ilmu Hisab dan Rukyat

Hasil dari pengamatan di lapangan nantinya akan menjadi bahan pembahasan utama dalam Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H. Sidang yang digelar pada hari yang sama, 17 Februari 2026, tersebut akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta. Forum ini dihadiri oleh perwakilan yang sangat luas, mulai dari duta besar negara sahabat, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga berbagai lembaga keahlian seperti BMKG, BIG, BRIN, dan para pakar falak dari berbagai organisasi masyarakat Islam.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menekankan bahwa sidang isbat adalah forum yang mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keilmuan.

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” jelasnya dalam keterangan pers, Jumat (6/2/2026).

Data Hisab Awal: Hilal Diperkirakan Sulit Teramati

Berdasarkan perhitungan astronomi (hisab) yang telah dilakukan, ijtimak atau konjungsi jelang Ramadan 1447 H diprediksi terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 19.01 WIB. Pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal diperkirakan masih berada di bawah garis ufuk. Ketinggiannya berkisar antara minus dua derajat hingga hampir minus satu derajat, dengan sudut elongasi yang juga sangat kecil.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar