Gunung Semeru kembali menunjukkan amarahnya. Sejak Rabu kemarin, erupsi dan guguran lahar telah mengubah suasana di sekitarnya. Badan Geologi pun melaporkan kondisi terkini gunung tertinggi di Jawa itu. Yang jelas, sejumlah rumah warga dilaporkan rusak tak karuan.
Desa Dawuhan Wetan, Lumajang, adalah salah satu wilayah yang merasakan langsung dampaknya. Aliran lahar telah menyapu kawasan itu. Menurut Pj. Kades setempat, Sultan Syafaat, situasi di lapangan masih sangat sulit. "Proses asesmen baru bisa dilakukan tim sekarang," ujarnya pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB. "Tadi malam, evakuasi sama sekali belum memungkinkan," tambahnya.
Lalu, kenapa evakuasi tertunda? Sultan menjelaskan dua kendala utama. Listrik di daerah terdampak belum diputus, sehingga berisiko tinggi bagi petugas. Selain itu, pencahayaan yang minim saat malam hari membuat operasi menjadi terlalu berbahaya untuk dilaksanakan.
Di sisi lain, laporan kerusakan sudah mulai masuk. Puluhan rumah warga hancur atau rusak berat akibat terjangan material vulkanik. Berikut ini daftar sementara rumah dan bangunan yang terdampak:
Mispan (RT 12), Mangroh (RT 12), Sodek (RT 12), Didin (RT 12), Majik, Nur, Has, Suli, Lut, SD Supiturang 2 yang dilaporkan rata dengan tanah, Riski, Hur, Maskut, Ahmad, Munif, Sohip, Angga, Hadiri, Ahmadi, Muktar, Misno, dan Tohari.
Kondisi di lapangan masih terus dipantau. Warga yang rumahnya rusak kini menunggu bantuan dan kepastian, sementara ancaman lahar dingin masih membayangi.
Artikel Terkait
Sidang Pailit PSM Ditunda, Manajemen Klub Absen di Pengadilan Niaga Makassar
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Makassar Sepanjang 18 April 2026
Diskominfo Tebing Tinggi Digeledah Polda Sumut Usai OTT Pejabat
Masyarakat Sipil Temui KWI, Soroti Krisis Moral dan Hukum dalam Tata Kelola Negara