Gunung Semeru kembali menunjukkan amarahnya. Sejak Rabu kemarin, erupsi dan guguran lahar telah mengubah suasana di sekitarnya. Badan Geologi pun melaporkan kondisi terkini gunung tertinggi di Jawa itu. Yang jelas, sejumlah rumah warga dilaporkan rusak tak karuan.
Desa Dawuhan Wetan, Lumajang, adalah salah satu wilayah yang merasakan langsung dampaknya. Aliran lahar telah menyapu kawasan itu. Menurut Pj. Kades setempat, Sultan Syafaat, situasi di lapangan masih sangat sulit. "Proses asesmen baru bisa dilakukan tim sekarang," ujarnya pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB. "Tadi malam, evakuasi sama sekali belum memungkinkan," tambahnya.
Lalu, kenapa evakuasi tertunda? Sultan menjelaskan dua kendala utama. Listrik di daerah terdampak belum diputus, sehingga berisiko tinggi bagi petugas. Selain itu, pencahayaan yang minim saat malam hari membuat operasi menjadi terlalu berbahaya untuk dilaksanakan.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Jika Aturan Zonasi Ketat Diterapkan, 75 Persen Jakarta Bisa Jadi Ruang Hijau
Ijazah Jokowi Tersangkut di Polda, Sidang Citizen Lawsuit di Solo Terus Berlanjut
Prabowo Serahkan Bonus Rp 456 Miliar, Pesan Khusus untuk Atlet SEA Games
Dari Gilgamesh ke Amazon: Kisah Abadi Manusia dan Kutukan Hutan