Gunung Semeru kembali menunjukkan amarahnya. Sejak Rabu kemarin, erupsi dan guguran lahar telah mengubah suasana di sekitarnya. Badan Geologi pun melaporkan kondisi terkini gunung tertinggi di Jawa itu. Yang jelas, sejumlah rumah warga dilaporkan rusak tak karuan.
Desa Dawuhan Wetan, Lumajang, adalah salah satu wilayah yang merasakan langsung dampaknya. Aliran lahar telah menyapu kawasan itu. Menurut Pj. Kades setempat, Sultan Syafaat, situasi di lapangan masih sangat sulit. "Proses asesmen baru bisa dilakukan tim sekarang," ujarnya pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB. "Tadi malam, evakuasi sama sekali belum memungkinkan," tambahnya.
Lalu, kenapa evakuasi tertunda? Sultan menjelaskan dua kendala utama. Listrik di daerah terdampak belum diputus, sehingga berisiko tinggi bagi petugas. Selain itu, pencahayaan yang minim saat malam hari membuat operasi menjadi terlalu berbahaya untuk dilaksanakan.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terperosok Usai Tumbang Lagi dari Persebaya
Kebakaran Hanguskan Pabrik Briket Arang di Cirebon, Diduga Akibat Oven Overheat
Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah, Klaim Asuransi Tani Tembus Rp 9,4 Miliar
Ramadan, Tradisi Ziarah ke Makam Ulama dan Tokoh Sejarah di Sulawesi Selatan