Di sela-sela acara pemutaran perdana film dokumenter tentang sang istri, Melania, Donald Trump menyampaikan harapannya untuk tidak perlu menggunakan kekuatan militer terhadap Iran. Presiden Amerika Serikat itu mengaku telah dan akan terus berbicara dengan Teheran. "Saya telah melakukannya dan saya berencana untuk melakukannya," ujarnya kepada wartawan, Kamis waktu setempat.
Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya ia memberi peringatan keras bahwa waktu bagi Iran "hampir habis". Latar belakangnya, AS baru saja mengerahkan armada angkatan laut yang besar ke kawasan itu. Namun begitu, Trump tampak mencoba meredakan ketegangan. "Kita memiliki kelompok yang menuju ke tempat bernama Iran, dan mudah-mudahan kita tidak perlu menggunakannya," imbuhnya dengan nada yang lebih kalem.
Di sisi lain, ancaman dari Iran justru mengeras. Juru bicara militer mereka, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, memberikan peringatan yang jauh lebih gamblang. Menurutnya, respons kali ini tidak akan sama seperti bentrokan singkat di udara bulan Juni tahun lalu, yang melibatkan pesawat tempur dan rudal AS.
Akraminia menegaskan, balasan mereka akan tegas dan langsung dilancarkan. "Dilakukan secara instan," katanya dalam wawancara dengan televisi pemerintah.
Dia juga menyoroti titik lemah kekuatan AS di wilayah tersebut. Kapal induk Amerika disebutnya memiliki "kerentanan serius". Tak hanya itu, banyak pangkalan militer AS di sekitar Teluk, klaimnya, sudah berada dalam jangkauan rudal jarak menengah Iran. Ancaman itu menggantung, sementara diplomasi berjalan alot.
Artikel Terkait
Polisi Imbau Pengendara Hindari Jalur Puncak Malam Ini karena Pawai Obor Tahun Baru Islam
Disdik Jabar Siap Hadapi Ombudsman Usai Dilaporkan soal Maladministrasi Penerimaan Murid Baru 2026
Rupiah Menguat Tajam ke Rp17.695 per Dolar AS, Sentuh Level Terkuat dalam Sepekan
Steinmeier Sebut Kunjungan ke Indonesia Punya Bobot Strategis di Tengah Konflik Global