MURIANETWORK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait aktivitas nuklirnya. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada NBC, Kamis (5/2/2026), Trump menegaskan bahwa setiap upaya Teheran untuk mengaktifkan kembali atau memperluas program nuklir akan berakibat serius. Ancaman ini muncul di tengah laporan pembatalan putaran perundingan baru antara kedua negara, meski Trump sendiri menyatakan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.
Peringatan Keras dan Ancaman Sanksi
Trump secara eksplisit menyebut bahwa pihaknya mengetahui rencana Iran untuk memulai aktivitas nuklir di lokasi baru. Pernyataan ini disampaikan tidak lama setelah serangan militer AS pada Juni 2025 yang menyasar tiga fasilitas nuklir Iran di Isfahan, Natanz, dan Fordow. Presiden AS itu menegaskan bahwa konsekuensi dari pelanggaran tersebut akan sangat berat bagi Iran.
"Mereka sedang mempertimbangkan untuk memulai situs (nuklir) baru di bagian lain negara itu. Kami mengetahui itu," tutur Trump.
Dia melanjutkan dengan nada tegas, "Jika Anda melanjutkannya, kami akan melakukan hal-hal buruk kepada kalian."
Dinamika Diplomasi yang Bergejolak
Di balik retorika ancaman, Trump mengklaim bahwa komunikasi dengan Iran masih berjalan. Pernyataan ini sekaligus menepis kabar yang beredar mengenai pembatalan pertemuan tingkat tinggi yang dijadwalkan pada Jumat (6/2/2026). Menurutnya, negosiasi antara kedua negara masih berlangsung, meski dalam format dan intensitas yang tidak dijelaskan secara rinci.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Prioritas dalam Perjanjian Dagang dengan AS
Kolev Sarankan Herdman Utamakan Pemain Lokal di FIFA Series Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran di Lingkar Gentong Diprediksi H+2 dan H+3
Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami Siri di Kontrakan