"Anda tahu, mereka sedang bernegosiasi dengan kami," ujarnya menegaskan.
Trump juga menyiratkan tekanan kepada pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dengan menyatakan bahwa sang pemimpin seharusnya merasa khawatir jika proses perundingan sampai mengalami kegagalan.
Manuver Diplomatik di Balik Layar
Gelombang pernyataan panas dari Washington ini terjadi bersamaan dengan manuver diplomatik intensif di belakang layar. Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, bersama penasihat kepresidenan Jared Kushner, dilaporkan telah berkunjung ke Qatar pada Kamis untuk bertemu dengan Perdana Menteri setempat, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. Pertemuan tersebut dikonfirmasi membahas perkembangan terbaru seputar Iran.
Namun, rencana perjalanan lanjutan kedua diplomat AS ke Turki yang disebut-sebut sebagai lokasi pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi ternyata dibatalkan. Witkoff dan Kushner memutuskan untuk kembali ke Amerika Serikat. Meski begitu, sumber menyebutkan keduanya tetap siaga dan siap untuk kembali ke meja perundingan kapan pun, dengan syarat Iran bersedia kembali ke format negosiasi awal yang disepakati.
Laporan dari sejumlah outlet berita mengindikasikan bahwa pembatalan pertemuan Jumat itu dipicu oleh penolakan Washington terhadap permintaan Teheran untuk mengubah lokasi pertemuan. Detail lebih lanjut mengenai perubahan tempat dan alasan penolakan AS masih belum sepenuhnya jelas, namun hal ini menggarisbawahi kerapuhan dan kompleksitas hubungan antara kedua negara yang telah lama memanas.
Artikel Terkait
Sampah dan Hujan Deras Picu Banjir di Tol Jagorawi Saat Arus Mudik
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Regional Balas Ultimatum Trump
Akses Puncak Monas Ditutup Lebih Awal Selama Libur Lebaran 2026