Puncak arus balik diperkirakan terjadi besok, Rabu 24 Maret 2026. Menyikapi hal itu, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho punya imbauan khusus bagi para pemudik yang masih berada di kampung halaman. Intinya, ia meminta mereka untuk menahan diri dan tidak memaksakan perjalanan pulang tepat di tanggal puncak tersebut.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya rekan-rekan kita yang saat ini berada di kampung halaman, agar supaya karena arus puncak baliknya itu tanggal 24, agar mengharapkan tidak kembali pada tanggal itu, supaya tidak terjadi penumpukan,"
Demikian penjelasan Agus kepada awak media pada Minggu (22/3). Suasana jalan raya, menurutnya, bisa jauh lebih kondusif jika beban lalu lintas tidak terkonsentrasi di satu hari saja.
Lalu, kapan sebaiknya perjalanan dimulai? Agus menyarankan untuk memanfaatkan fleksibilitas kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) yang masih berlaku beberapa hari setelahnya. Jadinya, perjalanan bisa diatur ulang.
"Silakan manfaatkan work from anywhere tanggal 26, 27, 28 itu masih work from anywhere. Mungkin bisa kembali di tanggal 26, tanggal 27,"
ujarnya menambahkan.
Imbauan ini jelas bertujuan membagi gelombang pemudik. Dengan begitu, risiko kemacetan parah dan penumpukan kendaraan di titik-titik rawan bisa ditekan. Harapannya, perjalanan balik pun bisa lebih lancar dan aman untuk semua.
Artikel Terkait
BSI Bagikan Dividen Rp1,51 Triliun, Setara Rp32,81 per Saham
Harga BBM Global Melonjak Akibat Ketegangan AS-Iran, Hong Kong Catatkan Harga Termahal Rp72.253 per Liter
Beckham Putra Percaya Diri Hadapi Persija, Kemenangan atas PSIM Jadi Modal Berharga Persib
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank, LPS Genjot Literasi Keuangan