Isu reshuffle kabinet Prabowo Subianto kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam diarahkan pada sejumlah menteri yang dinilai kinerjanya kurang memuaskan. Spekulasi ini bukan tanpa dasar, melainkan muncul dari penilaian objektif terhadap performa mereka selama ini.
Pengamat politik Jamiluddin Ritonga dari Universitas Esa Unggul mendorong agar reshuffle benar-benar terjadi. Ia melihat, beberapa nama memang punya catatan kinerja yang bisa dibilang payah. "Jadi, Presiden Prabowo dalam melakukan reshuffle idealnya mengacu pada kinerja, integritas, dan kompetensi," ujar Jamil, Minggu lalu.
Menurutnya, acuan itulah yang harus dipakai. Kalau mau konsisten, kata dia, bahkan menteri yang juga ketua partai sekalipun tak boleh kebal.
"Kalau hal itu dilakukan, barulah reshuffle akan dapat meningkatkan kinerja kabinet Prabowo," tuturnya.
Jamil merujuk pada sejumlah survei, salah satunya dari CELIOS, yang pernah merilis daftar sepuluh pejabat layak diganti. Beberapa nama yang disebut antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri HAM Natalius Pigai, hingga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Tak ketinggalan, Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa Yandri Susanto juga masuk dalam daftar.
Artikel Terkait
PSI Soroti Modal Politik Gibran: Pengalaman Wapres Jadi Aset Langka di Pilpres 2029
Buku Kontroversial Gibran Segera Diserbu ke Seluruh Anggota DPR
Fahri Sindir Anies: Gagasan Global South Itu Omongan Pak Prabowo yang Sudah Lama
Jepang Bubarkan Parlemen, Warganet Indonesia: Kapan Giliran Kita?