Isu reshuffle kabinet Prabowo Subianto kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam diarahkan pada sejumlah menteri yang dinilai kinerjanya kurang memuaskan. Spekulasi ini bukan tanpa dasar, melainkan muncul dari penilaian objektif terhadap performa mereka selama ini.
Pengamat politik Jamiluddin Ritonga dari Universitas Esa Unggul mendorong agar reshuffle benar-benar terjadi. Ia melihat, beberapa nama memang punya catatan kinerja yang bisa dibilang payah. "Jadi, Presiden Prabowo dalam melakukan reshuffle idealnya mengacu pada kinerja, integritas, dan kompetensi," ujar Jamil, Minggu lalu.
Menurutnya, acuan itulah yang harus dipakai. Kalau mau konsisten, kata dia, bahkan menteri yang juga ketua partai sekalipun tak boleh kebal.
"Kalau hal itu dilakukan, barulah reshuffle akan dapat meningkatkan kinerja kabinet Prabowo," tuturnya.
Jamil merujuk pada sejumlah survei, salah satunya dari CELIOS, yang pernah merilis daftar sepuluh pejabat layak diganti. Beberapa nama yang disebut antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri HAM Natalius Pigai, hingga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Tak ketinggalan, Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa Yandri Susanto juga masuk dalam daftar.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir