Nah, soal Raja Juli dan Bahlil, Jamil punya catatan khusus. Untuk Menteri Kehutanan, ia menyoroti persoalan perizinan HGU dan pengawasan hutan yang dianggap lemah. Lemahnya pengelolaan ini diduga berkontribusi pada bencana alam di beberapa wilayah Sumatera.
"Jadi, tidak memiliki komitmen kuat dalam menjaga hutan Indonesia. Selain itu, kompetensinya di bidang kehutanan dipertanyakan," sebut mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu.
Di sisi lain, Bahlil juga tak luput dari kritik. Sang Ketum Golkar ini dituding terkait dengan maraknya pertambangan ilegal. Ada pula dugaan ia membuka peluang bagi perusahaan swasta di sektor tambang.
"Kompetensinya di bidang ESDM juga dipertanyakan. Bahlil juga kerap memunculkan kontroversial sehingga menjadi beban presiden," imbuh Jamil.
Intinya, reshuffle bukan sekadar ganti wajah. Kalau mau serius, langkah ini harus menyentuh mereka yang kinerjanya abu-abu, terlepas dari posisi politiknya. Tunggu saja, apakah isu yang kembali menggema ini akan berujung pada tindakan nyata.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir