Peristiwa perebutan kekuasaan bisa berakhir dengan cara yang sangat kejam. Tak peduli tempatnya, bahkan di ruang makan sekalipun. Sejarah politik Skotlandia punya satu bab kelam yang membuktikannya.
Semuanya berawal dari situasi yang kacau. Tahun 1437, Raja James I dibunuh. Penerusnya, James II, masih bocah berusia enam tahun. Bayangkan saja, negeri itu praktis tanpa pemimpin yang matang. Dalam kekosongan itu, Archibald Douglas dari klan terkuat mengambil alih kendali sebagai wali raja.
Namun, dua tahun kemudian, Archibald meninggal mendadak. Kekuasaan yang dia pegang pun jadi rebutan. Di sinilah kisahnya mulai berbelit.
William Douglas, yang baru saja menggantikan posisi sebagai Earl Douglas ke-6, ternyata belum siap menghadapi intrik-intrik berbahaya. Dia masih sangat muda. Menurut sejumlah saksi, dia mungkin terlalu percaya pada janji-janji damai dari para pesaingnya.
Lalu, pada suatu malam di tanggal 24 November 1440, William dan adik lelakinya, David, mendapat undangan makan malam di Kastil Edinburgh. Raja cilik, James II, juga hadir di sana. Suasana awalnya mungkin terlihat biasa saja, sebuah jamuan kenegaraan.
Tapi semuanya berubah dalam sekejap.
Di tengah jamuan, Sir William Crichton salah satu penasihat raja yang berpengaruh tiba-tiba meletakkan kepala banteng hitam di atas meja. Bagi banyak orang di masa itu, simbol itu punya satu arti: kematian. Itu adalah pertanda buruk yang tak bisa disalahpahami.
Tanpa ampun, anak buah klan Crichton langsung menangkap kedua saudara Douglas itu. Mereka dituduh berkhianat. Dan yang terjadi selanjutnya sungguh mengerikan.
Tanpa proses pengadilan, tanpa pembelaan, William dan David langsung digiring ke bukit di halaman kastil. Di sana, di hadapan mata Raja James II yang masih kecil, kepala mereka berdua dipenggal.
Peristiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai "Black Dinner" atau Makan Malam Hitam. Sebuah tragedi yang sampai hari ini diingat sebagai salah satu momen paling licik dan berdarah dalam catatan sejarah Skotlandia. Semua itu bermula dari sebuah undangan makan malam yang ternyata adalah jebakan maut.
Artikel Terkait
KBRI Kuala Lumpur Pastikan Identitas WNI Asal Aceh Korban Pembunuhan di Malaysia, Pelaku Ditangkap
Serangan Rusia Tewaskan Sembilan Warga Ukraina, Enam di Antaranya di Wilayah Dnipropetrovsk
Tornado Langka Terjang Pegunungan Ural Rusia, 16 Luka-Luka dan Ratusan Rumah Rusak
Sidang Cerai Rafaela Batal karena Brian Tak Hadir, Kuasa Hukum Sebut Ada Dugaan KDRT