Ledakan di Perbatasan Kamboja dan Tren Menurunnya Judol di Indonesia: Kaitan yang Mengundang Tanya

- Kamis, 18 Desember 2025 | 20:00 WIB
Ledakan di Perbatasan Kamboja dan Tren Menurunnya Judol di Indonesia: Kaitan yang Mengundang Tanya

Gambar-gambar yang beredar di media sosial cukup mengerikan. Asap mengepul, ledakan terdengar, dan bangunan di perbatasan Kamboja hancur berantakan. Bukan perang konvensional, tapi ini aksi militer Thailand yang membombardir markas judi online atau yang akrab disebut 'judol' di negara tetangganya itu.

Nah, menariknya, aksi keras Thailand ini rupanya beresonansi dengan situasi di dalam negeri. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru-baru ini mengumumkan sebuah tren yang cukup menggembirakan: transaksi judi online di Indonesia mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Data dari PPATK bicara jelas. Pada 2025, perputaran uang dari judol tercatat 'hanya' Rp 155,4 triliun. Angka itu turun drastis, hampir 60 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 359,8 triliun. Penurunan sebesar itu tentu bukan hal sepele.

Menurut Menkominfo Meutya Hafid, capaian ini buah dari kerja sama solid semua pihak.

"Ini adalah capaian kolektif pemerintah dan masyarakat," tegas Meutya, seperti dikutip Kamis (18/12/2025). "Sekaligus menunjukkan negara hadir secara serius untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari jeratan judi online."

Namun begitu, di ruang digital, banyak warganet punya tafsir lain. Bukan karena kebijakan pemerintah pusat, melainkan berkat aksi militer Thailand yang menggempur sarang judol di Kamboja itu. Mereka melihat langsung korelasi antara hancurnya markas operasi di perbatasan dengan lesunya transaksi di dalam negeri.

"Terima kasih Pemerintah Thailand," begitu komentar singkat yang banyak ditemui di kolom komentar sebuah unggahan Instagram.

Jadi, mana yang lebih berpengaruh? Upaya sistematis pemerintah melalui pemblokiran dan penindakan, ataukah aksi 'pembersihan' eksternal oleh tentara Thailand yang memutus salah satu sumber pasokan judol? Mungkin keduanya saling mengisi. Yang jelas, angka Rp 155,4 triliun itu memberi secercah harapan. Meski masih besar, setidaknya trennya mengarah ke bawah. Dan di tengah maraknya berita buruk, sedikit kabar baik seperti ini patut disyukuri.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar