Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak sore hari ternyata membawa konsekuensi serius. Di Balekambang, Kramat Jati, air dari Kali Ciliwung meluap dan membanjiri permukiman serta jalanan. Keadaan berubah dengan cepat dari genangan biasa menjadi banjir yang merendam rumah-rumah warga.
Salah satu yang merasakan langsung adalah Marsiyem, warga RT 01. Ia menggambarkan betapa cepatnya air naik.
"Airnya naik sangat cepat, sampai setinggi dada. Saya coba selamatkan barang-barang ke lantai dua, tapi sendirian. Banyak yang nggak sempat," ujarnya saat ditemui di lokasi pada Sabtu.
Menurut Marsiyem, air mulai merembes masuk sekitar pukul empat sore. Hanya dalam hitungan tiga jam, ketinggiannya sudah melampaui satu meter. Awalnya ia bingung apa penyebabnya, tapi kemudian dapat kabar bahwa tanggul sungai tak kuat menahan debit air yang melonjak.
Akibatnya, banyak perabotan besar seperti kasur dan lemari terendam. "Katanya sih luapan dari Ciliwung. Ya sudah, terendam semuanya," tambahnya dengan nada pasrah.
Bukan hanya rumah Marsiyem. Kawasan RT 01, 02, dan 10 di RW 01 juga ikut tergenang. Ketinggian airnya bervariasi, dari yang hanya sebetis sampai yang mencapai satu meter penuh. Di beberapa spot yang airnya sudah mulai surut, warga terlihat sibuk membersihkan lumpur yang menempel. Mereka bergotong-royong, berusaha mengembalikan kondisi lingkungan secepat mungkin.
Di sisi lain, dampaknya merambat ke jalur utama. Ruas Jalan Raya Bogor, tepatnya di kawasan pertigaan Hek, juga tak luput. Genangan di sana dilaporkan mencapai sekitar 50 sentimeter.
Dampaknya bisa ditebak: kemacetan panjang. Arus lalu lintas dari arah Cililitan menuju Pasar Rebo, dan sebaliknya, nyaris tak bergerak. Beberapa pengendara memilih untuk memutar, mencari jalan lain yang dianggap lebih aman.
Meski air di beberapa titik mulai mengalir surut, situasinya belum bisa dibilang aman. Warga diimbau untuk tetap waspada. Jika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun, ancaman banjir susulan masih sangat mungkin terjadi. Suasana malam itu di Balekambang adalah campuran antara kelegaan karena air surut dan kecemasan akan langit yang mungkin kembali mencurahkan hujan.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Anggaran 165 Petugas Penjaga Perlintasan Kereta di Sumatera Barat Aman Hingga 2026, Pembangunan Palang Dimulai 2027
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Balik Tuding Korban Rekam dan Sebar Konten Isi Rumah
Pemkab Bogor Siapkan Rp100 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Tiga Kecamatan
Kemensos Targetkan 32.000 Siswa Baru di Sekolah Rakyat pada Juli 2026