Masalah anggaran yang buntu membuat ribuan petugas keamanan bandara AS bekerja tanpa gaji sejak pertengahan Februari. Situasi ini memicu kekhawatiran akan gangguan operasional. Nah, di tengah kemelut itu, Presiden Donald Trump muncul dengan ancaman yang cukup mengejutkan.
Lewat akun Truth Social-nya pada Minggu (22/3/2026), Trump menyatakan akan mengerahkan agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) untuk mengamankan bandara-bandara. Ancaman itu dilontarkan dengan nada khasnya tegas dan penuh keyakinan.
“Saya akan memindahkan Agen ICE kita yang brilian dan patriotik ke Bandara di mana mereka akan melakukan Keamanan seperti yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya,” tulisnya.
Beberapa jam kemudian, postingan lanjutan muncul, kali ini lebih spesifik.
“Saya berharap dapat memindahkan ICE pada hari Senin, dan telah memberi tahu mereka untuk, ‘BERSIAPLAH.’”
Ancaman ini secara jelas ditujukan kepada Partai Demokrat. Trump menegaskan, langkah itu akan diambil jika mereka tidak segera menyetujui perjanjian pendanaan yang ia kehendaki.
Menariknya, postingan Trump ini muncul tak lama setelah Elon Musk, taipan teknologi ternama, menawarkan bantuan. Musk secara sukarela bersedia menanggung gaji para personel keamanan bandara yang telantar itu. Tawaran itu seperti angin segar, tapi kemudian dibayangi oleh rencana kontroversial dari Gedung Putih.
Kini, semua mata tertuju pada Senin. Apakah ICE benar-benar akan bergerak, ataukah ini sekadar tekanan negosiasi? Yang pasti, suasana di seputar keamanan bandara AS sedang tidak menentu.
Artikel Terkait
Tiongkok Siap Kirim Bantuan ke Venezuela Pasca Gempa Dahsyat Tewaskan 32 Orang
Arsenal Permanenkan Hincapie dari Leverkusen dengan Kontrak Lima Tahun
Phishing dan Rekayasa Sosial Jadi Biang Kerok 63 Persen Kerugian Kripto Kuartal I 2026
ASN Bangkalan Ditemukan Tewas di Mobil Dinas dalam Bandara Juanda, Keluarga Curigai Pria Misterius Terekam CCTV