Gubernur Papua Barat Daya Kunjungi Korban Serangan KKB di Maybrat, Dua Marinir Gugur

- Senin, 23 Maret 2026 | 06:30 WIB
Gubernur Papua Barat Daya Kunjungi Korban Serangan KKB di Maybrat, Dua Marinir Gugur

MAYBRAT - Suasana duka menyelimuti Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Dua prajurit Marinir gugur dalam sebuah insiden di Maybrat, kabar yang tentu saja memilukan. Gubernur Elisa Kambu langsung bergerak. Dia tak menunggu lama untuk mengunjungi korban yang dirawat di RSAL dr Oetojo, Sorong, Minggu (22/3/2026) itu. Kunjungannya adalah bentuk empati sekaligus dukungan nyata bagi keluarga yang berduka.

Semuanya berawal di Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan. Pagi itu, Minggu (22/3/2026), tiga prajurit dari Batalyon Marinir 9 jadi sasaran serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mereka baru saja menyelesaikan patroli rutin. Tiba-tiba, dari tempat persembunyian, kelompok bersenjata itu menyergap. Dua prajurit tewas seketika. Satu lainnya terluka parah.

Korban jiwa adalah Prada Marinir Elki Saputra dan Prada Marinir Andi Suvio. Sementara Kopda Marinir Eko Sutikno, yang mengalami luka berat, harus segera dievakuasi ke rumah sakit di Sorong. Situasinya kacau. Bahkan, kelompok penyerang itu sempat membawa kabur dua pucuk senjata api milik prajurit sebelum menghilang ke dalam hutan.

Di sisi lain, respons Gubernur Elisa Kambu tegas. Dia menyampaikan belasungkawa yang mendalam, namun juga menegaskan bahwa peristiwa ini sama sekali tak bisa ditolerir.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya menyampaikan duka cita mendalam. Kejadian ini menjadi pengingat agar kewaspadaan terus ditingkatkan dan tidak memberi ruang bagi insiden serupa,” ujarnya.

Menurutnya, aksi kekerasan ini sudah melampaui batas kemanusiaan. “Kita tidak boleh memberi celah untuk kejadian seperti ini terulang lagi. Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian dan dukungan kepada keluarga korban,” tambah Gubernur, berharap tragedi serupa tak terulang di masa depan.

Prosesi pemulangan pun segera dilakukan. Jenazah kedua prajurit yang gugur telah diautopsi di RSAL dr Oetojo. Rencananya, mereka akan disemayamkan dulu di Markas Pasmar 3 sebelum diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing pada Senin (23/3/2026). Adapun prajurit yang terluka, kondisinya masih kritis. Rencananya, dia akan dirujuk ke Jakarta untuk perawatan yang lebih intensif.

Sampai saat ini, operasi pengejaran masih terus berlangsung. Aparat gabungan TNI menyisir wilayah Maybrat dan jalur-jalur hutan yang diduga jadi rute pelarian para pelaku. Upaya ini tak main-main, mengingat serangan di Tambrauw awal Maret lalu juga sudah merenggut nyawa warga sipil. Insiden di Maybrat ini, sayangnya, hanya menambah catatan kelam kekerasan bersenjata di wilayah Papua Barat Daya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar