Dua Pencuri Motor Diamuk Massa Saat Lebaran di Cirebon

- Minggu, 22 Maret 2026 | 02:20 WIB
Dua Pencuri Motor Diamuk Massa Saat Lebaran di Cirebon

Suasana Lebaran di Desa Waruduwur, Cirebon, mendadak ricuh. Dua pencuri motor nekat beraksi di hari raya, dan nasib mereka berakhir mengenaskan: diamuk massa hingga babak belur sebelum akhirnya diamankan polisi.

Video kejadian yang memicu amarah warga itu sudah menyebar luas lewat grup percakapan. Dalam rekaman yang beredar, terlihat dua pria dalam kondisi mengenaskan. Tangan mereka terikat kuat, sementara wajah dan tubuh menunjukkan bekas amukan warga yang geram. Suasana sekitar ramai dan penuh emosi.

"Bada-bada ana maling motor!" teriak seorang warga, suaranya terdengar jelas dalam video. Ungkapan dalam bahasa Jawa itu menyiratkan kegeraman karena aksi pencurian justru terjadi di momen Lebaran.

Menurut Kapolsek Mundu, AKP Didi Sumardi, informasi dari masyarakat langsung ditindaklanjuti. Petugas bergerak cepat menuju lokasi. Kejadiannya sendiri berlangsung sekitar pukul sembilan pagi.

"Kami segera mengevakuasi kedua pelaku yang terluka akibat diamuk massa," jelas Didi, Sabtu (21/3). "Mereka langsung kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan."

Ceritanya begini: si pemilik motor memarkir kendaraannya di depan rumah. Sayangnya, kunci masih tertinggal di kontaknya. Pelaku yang datang berdua dengan motor lain melihat celah itu. Mereka pun membawa kabur motor tersebut.

Namun begitu, aksi mereka ketahuan. Korban yang menyadari motornya hilang langsung berteriak minta tolong. Teriakan itu bagai alarm bagi warga sekitar. Spontan, mereka beramai-ramai mengejar dan berhasil menangkap kedua maling itu di lokasi tak jauh dari tempat kejadian.

Dua pelaku itu kini diamankan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Insiden ini jadi pengingat pilu di tengah suasana Idulfitri yang seharusnya penuh maaf dan sukacita.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar