Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak berhenti saat Ramadhan tiba. Itu yang ditegaskan pemerintah. Hanya saja, cara penyalurannya memang disesuaikan, biar lebih pas dengan kondisi siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan hal itu saat meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Menurutnya, program ini tidak dihentikan, cuma mekanismenya saja yang diubah.
"Pembagian MBG tetap berlanjut meski di bulan Ramadhan. Hanya saja, mekanismenya berubah menyesuaikan situasinya,"
ujarnya Jumat lalu, seperti dikutip dari Antara.
Lalu, seperti apa penyesuaiannya? Ternyata, skemanya dibedakan berdasarkan latar belakang agama siswa. Ini langkah yang dianggap cukup realistis.
Untuk siswa yang beragama Islam, mereka akan menerima paket makanan kering. Paket ini bisa dibawa pulang dan dikonsumsi nanti saat waktu berbuka tiba. Isinya menu praktis tapi tetap diperhatikan gizinya: telur rebus, kacang-kacangan, roti, susu kemasan, dan beberapa pendukung lainnya.
Di sisi lain, siswa non-Muslim tetap mendapatkan makanan siap santap seperti biasa, layaknya hari-hari di luar bulan puasa.
"Di bulan Ramadhan kan itu tidak semua siswa beragama Islam,"
kata Zulkifli, menjelaskan alasan perbedaan tersebut.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Bogor, Tak Ada Laporan Kerusakan
Verdonk Picu Ketegangan dengan Greenwood, Lille Menang atas Marseille
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret