Jakarta bersiap menyambut malam pergantian tahun. Seperti biasa, hiruk-pikuk perayaan pasti akan memenuhi sejumlah titik di ibu kota. Menyikapi hal itu, Transjakarta mengumumkan penyesuaian operasionalnya. Tercatat, ada 31 rute yang bakal berubah pada Rabu, 31 Desember 2025 nanti.
Penyesuaian ini bukan tanpa alasan. Di sisi lain, rencana car free night (CFN) di kawasan Sudirman-Thamrin yang bakal jadi pusat keramaian jelas mempengaruhi lalu lintas. Makanya, perubahan rute dinilai perlu untuk menjaga transportasi publik tetap lancar.
Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo, memberi penjelasan lebih rinci.
“Dalam pelaksanaannya terdapat 31 rute Transjakarta yang akan disesuaikan, karena di beberapa titik seperti Lapangan Banteng akan berlangsung kegiatan panggung, termasuk di sepanjang koridor Sudirman-Thamrin,” ujarnya, Minggu lalu.
Intinya, penutupan jalan dan padatnya acara publik memaksa adanya pengalihan operasi. Syafrin juga mengimbau masyarakat. Daripada bawa kendaraan pribadi dan terjebuk macet, lebih baik naik transportasi umum saja kalau mau ke kawasan perayaan.
“Karena dilakukan penutupan jalan, kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan angkutan umum saat menuju kawasan ini,” tuturnya.
Lalu, gimana dengan moda transportasi lain? Kabar baiknya, MRT dan LRT Jakarta bakal operasi lebih lama. Keduanya akan berlari hingga pukul 01.00 WIB dini hari. Bahkan, di jam-jam terakhir tepatnya dari tengah malam sampai jam satu kereta akan datang lebih sering.
“Untuk layanan angkutan umum MRT dan LRT akan beroperasi sampai pukul 01.00. Pada rentang pukul 00.00 hingga 01.00 WIB, headway akan menjadi lima menit,” jelas Syafrin.
Jadi, intervalnya dipersingkat jadi cuma lima menit sekali. Langkah ini tentu buat mengakomodir lonjakan penumpang usai hitung mundur. Dengan segala penyesuaian dan perpanjangan jam operasi, harapannya perayaan tahun baru bisa berjalan lancar dan aman untuk semua.
Artikel Terkait
KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 9 Perjalanan Kereta Tambahan Antisipasi Lonjakan Pemudik Libur Panjang Iduladha 2026
Pemerintah dan Industri Sepakati Harga Minimal Ayam Hidup Rp19.500 per Kilogram untuk Jaga Stabilitas Peternak
WHO Tetapkan Wabah Ebola Strain Bundibugyo di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Global
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2026 di Jambi, Kolaborasi Polri-Swasta Capai 569 Hektar Lahan Binaan