Xi Jinping Dikabarkan Segera Kunjungi Korea Utara, Muncul Spekulasi Peran Mediator Tiongkok

- Kamis, 21 Mei 2026 | 14:15 WIB
Xi Jinping Dikabarkan Segera Kunjungi Korea Utara, Muncul Spekulasi Peran Mediator Tiongkok

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dikabarkan akan segera melakukan kunjungan ke Korea Utara, kemungkinan besar pada pekan depan. Informasi ini mengemuka dari laporan intelijen yang diterima oleh pemerintah Korea Selatan, sebagaimana dikutip dari kantor berita Yonhap pada Kamis, 21 Mei 2026. Seorang pejabat tinggi pemerintah menyatakan bahwa indikasi keberangkatan pemimpin Tiongkok itu sudah cukup kuat.

Pejabat lain yang enggan disebutkan namanya menambahkan, peluang kunjungan Xi Jinping ke Pyongyang pada akhir bulan ini atau awal bulan depan dinilai sangat besar. Keyakinan ini didasarkan pada serangkaian agenda diplomatik yang telah berlangsung, termasuk kunjungan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, ke Korea Utara pada bulan lalu. Selain itu, tim pengawal keamanan dan staf protokol kepresidenan Tiongkok juga telah terlihat berada di ibu kota Korea Utara, yang lazim menjadi tanda persiapan kunjungan tingkat tinggi.

Dalam pertemuan sebelumnya dengan Wang Yi, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menyatakan kesediaannya untuk memperkuat pertukaran tingkat tinggi dan komunikasi strategis dengan Beijing. Kim juga kembali mengenang kunjungannya ke Tiongkok pada tahun lalu. Momentum ini semakin signifikan karena tahun ini kedua negara memperingati 65 tahun penandatanganan perjanjian kerja sama komprehensif.

Sementara itu, kemungkinan kunjungan Xi ke negara yang relatif tertutup itu juga muncul setelah pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Beijing pekan lalu. Dalam pembicaraan bilateral tersebut, kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen bersama terhadap tujuan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Di sisi lain, sejumlah sumber pemerintah menyebutkan bahwa Xi Jinping kemungkinan akan berperan sebagai mediator dalam hubungan antara Korea Utara dan Amerika Serikat. Peran ini dinilai krusial mengingat ketegangan yang masih menyelimuti kawasan. Sebelumnya, pada Januari lalu, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, dalam kunjungan kenegaraannya ke Tiongkok, secara khusus meminta bantuan Xi untuk memediasi hubungan antar-Korea.

Menurut sumber yang sama, Xi memberikan respons positif terhadap permintaan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Tiongkok tidak hanya memantau dinamika di Semenanjung Korea, tetapi juga secara aktif berupaya menjadi penyeimbang dalam percaturan politik regional yang kompleks.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar