JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto punya pesan tegas soal perjanjian dagang dengan Amerika Serikat. Pemerintah, kata dia, cuma akan ambil kebijakan yang benar-benar menguntungkan Indonesia. Tak terkecuali dalam kesepakatan tarif resiprokal atau ART itu.
“Saudara harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia,” tegas Prabowo, Senin (23/3/2026).
“Kalau saya menilai kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apa pun, ya kita bisa meninggalkannya,” imbuhnya tanpa basa-basi.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi berbagai pertanyaan, termasuk soal keputusan menurunkan tarif dari 32 persen jadi 19 persen dalam kerja sama dengan AS. Bagi Prabowo, prinsipnya sederhana: kepentingan nasional adalah prioritas mutlak dalam setiap langkah. Titik.
Namun begitu, dia menegaskan bahwa pemerintah masih punya ruang gerak. Jika dalam pelaksanaannya nanti ada hal yang dirasa merugikan, negosiasi ulang masih mungkin dilakukan. Bahkan, dalam perjanjian ini konteksnya ada klausul khusus yang memungkinkan penyesuaian bagi kedua belah pihak.
“Kita sepakat bahwa jika ada hal-hal yang belum berkenan atau bertentangan dengan kepentingan kita, maka akan dibuat klausul penyesuaian,” ujar Prabowo.
Artikel Terkait
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Regional Balas Ultimatum Trump
Akses Puncak Monas Ditutup Lebih Awal Selama Libur Lebaran 2026
OJK Rancang Aturan Permodalan Baru untuk Perkuat BPR/S