Kemenkeu Ubah Skema Pembayaran Subsidi PLN dan Pertamina Jadi Bulanan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi mengubah mekanisme pembayaran kompensasi subsidi untuk PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Perubahan kebijakan subsidi energi ini menetapkan pembayaran akan dilakukan setiap bulan, berbeda dari skema sebelumnya yang dilakukan triwulanan.
Mekanisme Pembayaran Subsidi Lebih Cepat dan Terstruktur
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa skema pembayaran kompensasi kepada PLN dan Pertamina telah disusun ulang dengan sistem yang lebih efisien. Pembayaran subsidi bulanan ini diharapkan dapat mengatasi kendala arus kas yang sebelumnya dialami kedua BUMN energi tersebut.
"Kompensasi kita buat sistem yang baru di mana kita bayar juga tiap bulan 70 persennya," tegas Purbaya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Skema Pembayaran 70 Persen di Muka
Mekanisme baru pembayaran kompensasi subsidi energi akan dilakukan dengan sistem pembayaran 70 persen di muka setiap bulannya. Sisa pembayaran 30 persen akan dilunasi setelah proses verifikasi dan administrasi selesai.
"Kalau (70 persen) clear (beres), tinggal 30 persen kita bayar semuanya," tambah Purbaya yang juga merupakan mantan Ketua LPS periode 2020-2025.
Dana Subsidi Sudah Tersedia
Purbaya menegaskan bahwa dana kompensasi subsidi energi telah tersedia dan siap dicairkan. Posisi saat ini menunggu kelengkapan administrasi dari PLN dan Pertamina untuk segera memproses pencairan dana subsidi tersebut.
"Kita sudah kirim surat ke Pertamina dan PLN bahwa uangnya sudah available (tersedia), tinggal mereka kirim surat ke kita," jelasnya. Proses pencairan dana kompensasi subsidi ini telah mendapatkan persetujuan dari tiga menteri terkait sehingga tidak ada kendala signifikan.
Artikel Terkait
Pertamina Siapkan Operasi Penuh Kilang Balikpapan, Ditargetkan Hemat Devisa Rp60 Triliun per Tahun
Trump: Iran Hapus Pungutan Kapal di Selat Hormuz, Dana Bekukan untuk Beli Pangan AS
Gubernur Jabar Koordinasikan Hadiah Rp250 Juta untuk Penangkapan Taufik Hidayat dengan Polda
Lonjakan Penumpang Kereta Api di Jakarta Tembus 171 Ribu Orang di Awal Libur Sekolah