Pemerintah kini mendorong percepatan pembentukan ekosistem hidrogen di dalam negeri. Upaya ini dijalankan agar selaras dengan Strategi Hidrogen Nasional dan juga Rencana Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN). Targetnya jelas: mengejar ketertinggalan sekaligus membangun fondasi industri baru.
Menurut Eniya Listiani Dewi, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, pengembangan hidrogen punya arti yang lebih luas. Ini bukan sekadar alat untuk dekarbonisasi, lho. Lebih dari itu, hidrogen dianggap sebagai pilar transformasi ekonomi dan industrialisasi jangka panjang. Sektor-sektor seperti industri, transportasi, pembangkit listrik, dan ekspor akan sangat terbantu. Intinya, ekosistem ini diharapkan bisa memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong industrialisasi rendah karbon yang mampu bersaing di pasar global.
Eniya punya target yang konkret dan ditegaskannya dalam sebuah forum.
Pernyataan itu disampaikannya di acara 4th Indonesia-Japan Hydrogen Ammonia Development Acceleration Forum di Jakarta, Selasa lalu.
Lalu, bagaimana rencana eksekusinya? Rencana implementasi akan dilakukan bertahap. Fokusnya adalah membangun kesiapan regulasi, infrastruktur, hingga merangsang permintaan pasar dan kemampuan domestik. Fleksibilitas kebijakan dan evaluasi berkala juga akan dijaga agar tidak kaku.
Eniya memaparkan bahwa proses ini akan melalui tiga fase besar.
Artikel Terkait
BMKG Waspadai Hujan Lebat di Tiga Provinsi Saat Puncak Mudik Lebaran 2026
WFP Peringatkan Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Kelaparan Global
Pemerintah Rencanakan WFH Satu Hari Seminggu untuk Hemat BBM
20.000 Pelaut Terjebak di Teluk Persia Akibat Blokade Selat Hormuz