Kalau dirata-ratakan, itu artinya PPATK menerima 21.861 laporan per jam di hari kerja. Cukup fantastis, bukan? Bandingkan dengan 2024, yang per jamnya sekitar 17.825 laporan.
Kerja analisis mereka pun tak main-main. Ivan menyebut, pihaknya telah menghasilkan 994 analisis, 17 hasil pemeriksaan, dan 529 informasi yang disalurkan ke penyidik dan kementerian terkait. Yang paling mencengangkan, nilai dana yang berhasil dilacak dan dianalisis mencapai Rp2.085 triliun. Naik drastis 42% dari Rp1.459,6 triliun di tahun 2024.
Menurut Ivan, kontribusi PPATK ternyata tak cuma soal memberantas kejahatan keuangan.
Jadi, di balik upaya penekanan judi online, ada kerja maraton mengolah data dan uang yang nilainya sulit dibayangkan. Sebuah pencapaian, meski tantangannya jelas masih sangat besar.
Artikel Terkait
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Bebas dari Virus Nipah
Mimpi Whoosh ke Surabaya Masih Hidup, Tapi Terhalang Utang
Delegasi AS Serbu Jakarta, Incar Pasar Agribisnis Indonesia
MilkLife Soccer Challenge Bandung Pecahkan Rekor, Timo: Ceweknya Juga Gila Bola!