Lalu, apa saja yang akan dibahas? Rupanya, pertemuan ini bakal mengurai isu-isu strategis lewat beberapa kelompok kerja. Setidaknya ada empat working group yang dibentuk.
Pertama, soal Integrasi Ekonomi Regional. Kelompok ini akan mendorong arsitektur ekonomi yang lebih terbuka, mencari akses dan peluang baru. Mereka juga bakal mengupas perdagangan masa depan, tak lepas dari peran ekonomi digital dan hijau.
Sedangkan untuk urusan Digital dan Inovasi, ada kelompok kerja ketiga. Di sini, pembahasan akan menyentuh hal-hal seperti kecerdasan buatan (AI) dan bagaimana ia mempengaruhi dunia kerja. Keamanan siber dan pertukaran pengetahuan teknologi juga tak ketinggalan.
Yang menarik, tahun ini muncul kelompok keempat. Kelompok baru ini banyak didorong oleh China dan konsen pada isu konektivitas. Rencananya, mereka akan membahas blueprint untuk konektivitas fisik rantai pasok, harmonisasi aturan perdagangan, hingga integrasi keuangan.
Tak cuma itu. Konektivitas antarorang juga jadi perhatian, menyangkut mobilitas tenaga kerja dan peningkatan keterampilan untuk menciptakan inklusivitas yang lebih luas.
Persiapan pun tampaknya sudah bergulir. Jakarta menanti untuk menjadi pusat percakapan bisnis regional, tempat ide-ide dirumuskan sebelum akhirnya diserahkan kepada para pemimpin negara.
Artikel Terkait
Perbaikan Intensif di Tol Japek, Arus Tetap Dijaga Lancar
Pengacara Kaget, Habib Bahar Ditetapkan Tersangka Penganiayaan
Polri Bantah Buronan Korupsi Minyak Punya Paspor Ganda
Kepala BGN Minta Maaf, Siap Beri Kartu Kuning untuk Penyedia Makanan Bermasalah