Dari Bandung ke Swedia: Riyanti dan Lika-Liku Perjalanan yang Tak Terduga

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:54 WIB
Dari Bandung ke Swedia: Riyanti dan Lika-Liku Perjalanan yang Tak Terduga

Laju kariernya di sepak bola benar-benar melesat. Riyani Saffana Suryani sendiri mungkin tak pernah membayangkannya. Bagaimana tidak? Dari awalnya sama sekali tak kenal olahraga ini, kini namanya sudah melanglang hingga ke turnamen bergengsi di Swedia. Semua berjalan begitu cepat.

Ceritanya berawal dari sebuah keputusan sederhana: ikut serta mewakili sekolahnya, SDN 129 Rancasari Margasari, di ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung. Waktu itu, tahun 2024, itu adalah pengalaman pertamanya bermain sepak bola secara resmi. Riyanti begitu ia biasa disapa mengaku sebelumnya bahkan belum pernah sekalipun menyentuh bola dengan serius. Modal utamanya cuma satu: tekad.

Dan ternyata, keberaniannya itu langsung membuahkan hasil yang manis. Di gelaran MLSC Bandung 2024 itu, ia sukses menyabet gelar Best Player. Bukan main, untuk seorang debutan, ia mencetak 21 gol sepanjang turnamen. Angka yang cukup mencolok dan langsung menarik perhatian.

Menyadari bakat yang dimilikinya, Riyanti pun memutuskan untuk bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Goal Aksis di awal 2025. Keputusan itu ternyata tepat. Di sana, ia seperti menemukan rumah untuk mengasah kemampuannya.

Hasilnya pun tak butuh waktu lama untuk terlihat. Di MLSC Bandung Seri 1 2025/26, ia kembali dinobatkan sebagai Best Player untuk kategori U-12, dengan torehan 11 gol. Namun begitu, puncak prestasinya belum berhenti di sana.

Pada Juli 2025 lalu, Riyanti berhasil menembus seleksi ketat untuk membela Indonesia di Gothia Cup di Swedia. Ia terpilih dari ratusan peserta oleh Yopie Riwoe, eks asisten pelatih Timnas Wanita Indonesia. Sebuah mimpi yang jadi kenyataan.

“Pengalaman di sana senang banget,” kenang Riyanti saat ditemui di Lapangan Chandradimuka Pusdikif, Bandung, akhir Januari lalu. Suaranya masih terdengar bersemangat. “Awal-awal naik pesawat tuh senang, nggak expect aja gitu. Pas sampai Swedia, bener-bener nggak nyangka, kayak mimpi. Rasanya sudah sampai titik ini, mungkin ke depannya bisa lebih baik lagi.”


Halaman:

Komentar