“Bisa cetak gol di sana bahagia banget,” sambungnya, matanya berbinar. “Bisa cetak salah satu gol dari Indonesia ke gawang Swedia, itu luar biasa.”
Lebih Dari Sekadar Turnamen
Di sisi lain, dampak dari perjalanannya di MilkLife Soccer Challenge ternyata lebih dari sekadar piala dan medali. Ernawati, ibu Riyanti, melihat perubahan signifikan pada putrinya. Karakter Riyanti, kata dia, jadi jauh lebih disiplin.
Pola hidupnya berubah total. Waktu istirahat, jam makan, hingga jadwal latihan, semuanya kini berjalan dengan teratur. “Iya sekarang disiplin,” ujar Ernawati. “Dari makanan, dari pola hidup sehari-hari aja, sekarang mah sudah tertata.”
Ada satu hal positif lain yang tak disangka oleh sang ibu. Rutinitas sepak bola membuat Riyanti lebih aktif bergerak dan perlahan mengurangi ketergantungan pada gawai. Sekarang, ada batasan waktu yang jelas untuk bermain ponsel, agar fokusnya tetap terbagi untuk sekolah dan latihan.
“Kalau main gim, alhamdulillah sekarang sudah jauh berkurang,” tandas Ernawati. “Bahkan hampir nggak ada lagi. Soalnya waktunya dipakai untuk hal lain. Fokusnya sekarang ya ke latihan dan prestasi. Main handphone dan gim kan bisa mengganggu konsentrasi. Jadi sekarang mah sudah dihapus semuanya, fokus ke main bola.”
Dari Bandung ke Swedia, perjalanan Riyanti memang luar biasa. Dan yang menarik, ini semua baru permulaan.
Artikel Terkait
Prabowo Belum Tentukan Nama, OJK Tunjuk Pejabat Sementara
Berardi Buka Lawan, Gol Bunuh Diri dan Kone Pastikan Sassuolo Gasak Pisa 3-1
Istana Konfirmasi Surat Pengunduran Diri Pimpinan OJK Diterima
KUR BRI Tembus Rp178 Triliun, Sektor Produksi Jadi Penerima Terbesar