Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta di Puncak Arus Mudik Lebaran

- Rabu, 18 Maret 2026 | 04:30 WIB
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta di Puncak Arus Mudik Lebaran

JAKARTA – Mudik Lebaran, bagi banyak orang, adalah ritual penuh perjuangan. Bukan cuma soal kemacetan panjang, tapi pertarungan mendapatkan tiket kereta api punya ceritanya sendiri. Gimana nggak? Sebagian pemudik sampai harus begadang sampai larut malam, mata tertancap di layar ponsel, demi secarik karcis yang bisa membawa mereka pulang.

Seperti yang dialami Aeni, 21 tahun. Pemudik asal Semarang ini bersama sepuluh rekan kerjanya kompak 'berperang' mendapatkan tiket. Target mereka sederhana: bisa pulang bersama ke kampung halaman.

"Kita waktu itu nge-war bareng-bareng di kantor," cerita Aeni di sekitaran Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026) lalu.

"Sama teman-teman sekantor, kurang lebih sepuluh orang," tambahnya.

Rekannya, Trisiana (23), mengiyakan. Perburuan tiket online itu, menurutnya, penuh ketidakpastian. Harus standby sejak tengah malam, menunggu waktu pembukaan kuota. Belum lagi kendala teknis yang kerap muncul dan bikin hati deg-degan.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar