JAKARTA – Mudik Lebaran, bagi banyak orang, adalah ritual penuh perjuangan. Bukan cuma soal kemacetan panjang, tapi pertarungan mendapatkan tiket kereta api punya ceritanya sendiri. Gimana nggak? Sebagian pemudik sampai harus begadang sampai larut malam, mata tertancap di layar ponsel, demi secarik karcis yang bisa membawa mereka pulang.
Seperti yang dialami Aeni, 21 tahun. Pemudik asal Semarang ini bersama sepuluh rekan kerjanya kompak 'berperang' mendapatkan tiket. Target mereka sederhana: bisa pulang bersama ke kampung halaman.
"Kita waktu itu nge-war bareng-bareng di kantor," cerita Aeni di sekitaran Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026) lalu.
"Sama teman-teman sekantor, kurang lebih sepuluh orang," tambahnya.
Rekannya, Trisiana (23), mengiyakan. Perburuan tiket online itu, menurutnya, penuh ketidakpastian. Harus standby sejak tengah malam, menunggu waktu pembukaan kuota. Belum lagi kendala teknis yang kerap muncul dan bikin hati deg-degan.
Artikel Terkait
Jadwal Salat dan Panduan Zakat Fitrah untuk Warga Denpasar di Akhir Ramadan 1447 H
Polisi Tangkap Pria di Parung, Sita 200 Butir Obat Keras T-Rex
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Mudik Lebaran 2026
Drama Turbulent Love Tayang 16 Maret 2026, Usung Kisah Polisi Penyamar dan Pewaris Mafia