FOMO atau Penasaran? Dilema Gen Z di Tengah Hiruk-Pikuk Tren

- Selasa, 27 Januari 2026 | 01:06 WIB
FOMO atau Penasaran? Dilema Gen Z di Tengah Hiruk-Pikuk Tren

Kalau kamu scroll media sosial, pasti sering nemu komentar "ih, kamu FOMO banget sih!" Ungkapan itu seakan jadi senjata andalan Gen Z buat nge-judge orang yang lagi ikutin tren. Entah itu main padel, dengerin lagu yang lagi hits, atau coba aktivitas yang lagi ramai dibicarain. Padahal, siapa tahu orang itu cuma penasaran aja, atau emang udah suka dari dulu. Tapi kok jadi salah ya, cuma karena kebetulan lagi viral?

Nah, kebiasaan nge-label ini lama-lama bikin was-was. Bayangin aja, orang yang niatnya tulus mau eksplor hal baru malah jadi ragu. Mereka takut dicap cuma ikut-ikutan. Alhasil, keinginan buat mencoba pun menguap bukan karena nggak mau, tapi karena takut sama pandangan orang lain.

Sebenarnya, apa sih arti FOMO itu beneran?

FOMO, atau Fear of Missing Out, intinya adalah rasa takut ketinggalan. Ini kondisi psikologis di mana seseorang merasa cemas terus-terusan, terutama saat lihat orang lain menikmati pengalaman seru atau mencapai sesuatu yang dia enggak ikutan. Rasanya kayak hidup orang lain selalu lebih berwarna. Parahnya, ini bisa bikin kita terus membandingkan diri sendiri dengan pencapaian orang, lalu merasa diri kurang.

Di media sosial, FOMO muncul saat tren jadi patokan utama. Keputusan kita bukan lagi lahir dari pertanyaan "Apa yang aku mau?", tapi lebih ke "Apa yang lagi viral sekarang?"

Menurut sebuah penelitian di Indonesia, angka remaja yang mengalami FOMO tingkat tinggi mencapai 68,66%. Lebih dari separuhnya bahkan menunjukkan perilaku konsumtif yang terkait erat dengan fenomena ini. Jadi jelas, FOMO bukan cuma istilah gaul ini fenomena nyata yang memengaruhi cara kita memilih.


Halaman:

Komentar