Gelombang pertama pemudik mulai bergerak. Sabtu (14/3/2025) pagi buta, lalu lintas di sejumlah ruas tol seperti Jakarta-Cikampek hingga Trans Jawa terpantau ramai, tapi masih bisa dikatakan lancar. Sebuah tim melaporkan perjalanan dari BSD, Tangerang Selatan, menuju Semarang untuk merasakan langsung situasinya.
Mereka berangkat pukul 04.22 WIB. Saat itu, jalanan di sekitar BSD masih sepi. Baru setelah masuk ke tol Jakarta-Cikampek, keramaian mulai terasa. Tapi arus kendaraan tetap bergerak, tidak macet total. Yang menarik, sudah banyak mobil pribadi yang terlihat membawa barang bawaan ekstra, tanda khas kendaraan mudik.
Namun begitu, perjalanan tak selalu mulus. Selepas dari Tol Japek dan masuk ke ruas Cipali, ada insiden. Sebuah truk terlihat masuk parit. Untungnya, petugas sudah berada di lokasi dan penanganan berjalan cepat. Kejadian ini tidak sampai menyebabkan kemacetan yang parah.
Sayangnya, ada lagi kejadian serupa di tol Palimanan sekitar KM 180. Kecelakaan di titik itu sempat membuat laju kendaraan tersendat beberapa saat. Tapi secara keseluruhan, arus lalu lintas masih bisa dikendalikan.
Perjalanan akhirnya tiba di Rest Area KM 228, ruas Kanci-Pejagan, tepat pukul 08.06 WIB. Artinya, butuh waktu sekitar 3 jam 44 menit dari BSD. Di rest area itu, suasana mudik sudah benar-benar terasa. Banyak kendaraan berhenti, memenuhi area parkir. Para pemudik turun untuk sekadar meregangkan badan, membeli makanan, atau sekadar menghirup udara segar sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka.
Ratusan Ribu Kendaraan Sudah Keluar
Di sisi lain, data dari Jasa Marga menunjukkan angka yang cukup signifikan. Hingga Jumat (13/3) kemarin, tercatat sudah 285 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut angka itu masih dalam batas aman.
"Dan dari proyeksi Jasa Marga terhadap jumlah kendaraan, saat ini sudah keluar dari Jakarta sebesar 14%. Tentu ini masih, bisa tanpa dikendalikan, tanpa rekayasa lalu lintas ya," jelas Rivan di Kantor JMTC Jatiasih, Bekasi, Sabtu (14/3).
Angka 285 ribu itu merupakan bagian dari prediksi total 3,5 juta kendaraan yang akan mudik tahun ini. Menurut Rivan, mayoritas arus masih mengarah ke Trans Jawa.
"285.000. Jadi 14% itu sekitar 285.000 dari total 3,5 juta yang diperkirakan. Dan sebarannya juga masih sama terlihat sebaran ke arah Trans Jawa paling mendominasi," pungkasnya.
Jadi, meski ramai, situasi masih terkendali. Gelombang besar diperkirakan akan menyusul dalam hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
Timnas Pencak Silat Indonesia Raih Empat Emas di Belgia, Taruna Akpol Turut Sumbang Prestasi
Jhonlin Radio 88.2 FM Raih Gelar Radio Lokal Terbaik di Anugerah KPI 2025
Polres Pandeglang Tetapkan 14 Tersangka Pengeroyokan yang Tewaskan Penyewa Mobil
Daniel, Pengusaha Mie Ayam Bintang, Ungkap Lima Kunci Sukses Skalakan Bisnis UMKM