Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, tak main-main. Ia dengan tegas mengutuk aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Menurutnya, pelaku dan dalang di balik teror ini harus segera diciduk.
"Saya mengutuk keras siapa pun pelaku penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS. Tidak ada ruang untuk pelaku-pelaku teror seperti itu," tegas Dahnil kepada awak media, Sabtu (14/3/2026).
Politikus Gerindra itu mendesak polisi untuk bergerak cepat. Ia bahkan berjanji akan ikut mendorong penyelidikan agar kasus ini segera terungkap tuntas.
"Saya akan ikut mendesak agar pihak kepolisian segera menangkap dan mengungkap siapa di balik teror tersebut," pungkasnya.
Dahnil punya analisis sendiri soal motif di balik serangan keji ini. Ia menilai aksi itu adalah upaya provokasi untuk menciptakan suasana gaduh dan penuh kecurigaan di tengah masyarakat, apalagi di saat situasi global yang memang sedang tidak menentu.
"Karena dipastikan aktor pelaku pastilah berusaha memprovokasi munculnya situasi negeri yang tidak kondusif, saling curiga dan saling menuduh satu dengan lainnya," jelasnya.
Kejadiannya sendiri bermula pada Kamis malam (12/3) lalu. Menurut penuturan Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, Andrie baru saja selesai mengisi podcast bertema 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia' di Kantor YLBHI. Sekitar pukul 23.00 WIB, ia diserang.
Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis cukup serius: ia mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, dengan persentase mencapai 24 persen.
Dimas menegaskan, serangan ini bukan sekadar kriminal biasa. Ia melihatnya sebagai upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis, khususnya dari para pembela HAM. Hal ini, lanjutnya, jelas melanggar sejumlah aturan perlindungan HAM yang ada.
"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM," jelas Dimas panjang lebar.
Di sisi lain, respons dari aparat pun datang. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikabarkan memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Jaminan untuk mengusut tuntas pun disampaikan.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyatakan, "Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini." Pernyataan itu disampaikannya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/3).
Artikel Terkait
Polisi Jerman Bubarkan Hells Angels Leverkusen, Sita Aset Rp43 Miliar dalam Operasi Besar
Anggota DPR Dorong Penyediaan Air Bersih dan Fasilitas Olahraga di Lapas Perempuan Jayapura
Kereta Bathara Kresna Terpaksa Berhenti di Solo karena Mobil Land Cruiser Parkir Terlalu Dekat Rel
Taksi Listrik Mogok Korsleting di Perlintasan, Picu Tabrakan Beruntun Kereta Api di Bekasi Timur