Suasana mencekam masih terasa di Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri, Kramat Jati, Selasa malam itu. Keluarga Novia Nurwana berkumpul, menunggu. Perempuan 28 tahun yang sedang mengandung tujuh bulan itu menjadi salah satu korban tewas dalam kebakaran hebat di gedung Terra Drone, Kemayoran. Di luar, sebuah mobil jenazah sudah siap. Pada kaca depannya, terpampang selembar kertas bertuliskan namanya.
Tangis sesekali pecah, diiringi pelukan dan bisikan saling menguatkan. Suami Novia tampak hancur. Sebelum akhirnya beranjak, mereka sempat berdoa bersama di pelataran rumah sakit.
"Rencana mau dimakamin di Lampung,"
kata seorang sepupu suami Novia, suaranya parau. Ia tak banyak bicara, hanya mengonfirmasi rencana pemakaman yang jauh, di kampung halaman.
Identitas Novia sendiri baru resmi dipastikan malam itu, bersama dua korban lainnya. Menurut Karumkit RS Polri, Brigjen Prima Heru, pihaknya telah menyelenggarakan sidang rekonsiliasi. Dari situ, tiga jenazah berhasil diidentifikasi lewat beberapa metode.
Artikel Terkait
Jadwal Salat 21 Ramadan 1447 H dan Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Mahasiswa Indonesia Dievakuasi dari Iran, Nasib Studi Terkatung-katung Akibat Perang
Trump Ancam Iran dengan Konsekuensi Militer Belum Pernah Terjadi di Selat Hormuz
Kenaikan Mojtaba Khamenei Perkuat Kendali Faksi Keras Iran, Harga Minyak Melonjak