Mahasiswa Indonesia Dievakuasi dari Iran, Nasib Studi Terkatung-katung Akibat Perang

- Rabu, 11 Maret 2026 | 05:50 WIB
Mahasiswa Indonesia Dievakuasi dari Iran, Nasib Studi Terkatung-katung Akibat Perang

Suasana di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (10/3/2026) itu cukup ramai. Di tengah kerumunan, terlihat beberapa wajah lelah namun lega. Mereka adalah mahasiswa Indonesia yang baru saja dievakuasi dari Iran, menyelamatkan diri dari situasi perang yang memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Bagi mereka, yang namanya kuliah kini sudah jadi kenangan. Aktivitas akademik benar-benar terhenti, dan itu terjadi sejak awal Ramadan lalu. Semua berubah begitu cepat.

“Terputus, proses belajarnya. Soalnya semenjak perang pecah tanggal 2 Ramadan, semuanya berantakan,” ujar Hukam, 25 tahun, saat ditemui di bandara.

Dia adalah mahasiswa tahun pertama jurusan Sejarah Peradaban Islam di Ahlul Bayt International University, Teheran. Pertanyaan tentang kapan kampus akan dibuka lagi hanya dijawab dengan gelengan kepala. Situasi keamanan yang masih berubah-ubah membuat segalanya tidak pasti. “Kalau misal perangnya berlanjut, saya nggak tahu bakal lanjut atau benar-benar berhenti di sini,” katanya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar