AS Tawarkan Hadiah Rp168 Miliar untuk Informasi Penangkapan Petinggi Iran, Termasuk Mojtaba Khamenei

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 05:25 WIB
AS Tawarkan Hadiah Rp168 Miliar untuk Informasi Penangkapan Petinggi Iran, Termasuk Mojtaba Khamenei

Departemen Luar Negeri AS baru saja memasang harga yang fantastis untuk informasi mengenai sejumlah petinggi Iran. Nilainya? Sampai 10 juta dolar AS, atau kalau dirupiahkan, kira-kira Rp 168 miliar. Salah satu nama yang paling mencolok dalam daftar itu adalah Mojtaba Khamenei, sang pemimpin tertinggi baru Iran.

Menurut keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu (14/3/2026), individu-individu yang dicari ini dituding memegang kendali penuh atas berbagai elemen di dalam Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

"Mereka inilah yang dianggap merencanakan, mengatur, dan menjalankan aksi-aksi teror di berbagai belahan dunia," begitu bunyi pernyataan itu.

Daftar sepuluh nama itu juga mencakup Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni dan Menteri Intelijen Esmail Khatib. Intinya, AS sedang memburu informasi apa pun yang bisa mengarah pada penangkapan mereka.

Nah, buat calon pemberi informasi, AS punya pesan khusus. Mereka mendorong agar info dikirim melalui jalur aman seperti Tor atau Signal. Imbalannya tak main-main: "Informasi Anda bisa membuat Anda memenuhi syarat untuk relokasi dan tentu saja, hadiah uang tunai."

Program ini sebenarnya bukan hal baru. Ini adalah bagian dari inisiatif lama mereka, "Hadiah untuk Keadilan", yang memang biasa menawarkan uang untuk intelijen yang berujung pada penangkapan atau penuntutan buronan.

Latar belakang semua ini tentu panas. Perang antara AS-Israel dengan Iran masih terus bergulir sejak akhir Februari lalu. Situasinya makin memanas setelah Ayah Mojtaba, Ali Khamenei, tewas dalam sebuah serangan bom pada tanggal 28 Februari tepat di awal konflik bersenjata itu. Kini, dengan tawaran hadiah miliaran rupiah, Washington jelas sedang memperhebat tekanan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar