Pertumbuhan konsumsi fesyen muslim di dunia ternyata terus melaju. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti hal ini, mengacu pada laporan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) terbaru.
Angkanya cukup mencengangkan. Di tahun 2023 saja, konsumsinya sudah menyentuh USD327 miliar. Nah, proyeksi untuk 2028 bahkan lebih tinggi lagi: diperkirakan bakal melambung sampai USD433 miliar.
“Ini jelas menunjukkan prospek pasar yang luar biasa besar,” ujar Menperin di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, industri modest fashion harus berkembang. Peluang strategisnya terbuka lebar bagi Indonesia untuk memperkuat peran, bukan cuma sebagai produsen, tapi juga jadi pusat tren global.
Di sisi lain, capaian ekspor kita sebenarnya sudah menjanjikan. Pada 2023, nilai ekspor modest fashion Indonesia ke negara-negara anggota Organization Islamic Cooperation (OIC) mencapai USD990 juta.
“Itu artinya terjadi peningkatan drastis, sekitar 83 persen, dibanding tahun 2022 yang hanya USD540 juta,” jelas Agus Gumiwang.
Pencapaian itu menempatkan Indonesia di posisi ketujuh tertinggi sebagai negara pengekspor ke negara OIC. Namun begitu, peta persaingannya masih ketat. Posisi teratas masih didominasi China, Turki, dan India.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,9 Juta per Gram di Akhir Pekan
Menteri ESDM Ungkap Dua Kapal Minyak RI Nyaris Ditarik Kembali Trader
BMKG Waspadai Potensi Hujan hingga April 2026, Siapkan Antisipasi untuk Mudik Lebaran
Pemerintah Tegaskan Belum Ada Perubahan Skema Haji 2026 Meski Ketegangan Timur Tengah Meningkat