Dia enggan meremehkan Persis, sekalipun tim asal Solo itu tercecer di dasar klasemen. Menurutnya, justru dalam kondisi seperti itu, lawan bisa muncul dengan energi dan kejutan yang tak terduga.
"Kemarin juga kesusahan (lawan PSBS). Padahal, klasemen jauh. Karena di sepakbola Indonesia tidak ada yang bisa diprediksi, siapa yang bisa menang, siapa yang bisa kalah," tegas pemain yang akrab disapa Dewa itu, mengingatkan betapa kompetitifnya liga lokal.
Posisi kedua tim di klasemen memang bagai langit dan bumi. Persib dengan mantap bercokol di puncak, mengoleksi 41 poin dari 13 kemenangan, 2 seri, dan 3 kekalahan dalam 18 laga.
Di sisi lain, Persis Solo terperosok di urutan ke-18. Mereka cuma mengantongi 10 poin, hasil dari 2 kemenangan, 4 imbang, dan 12 kali kalah. Jaraknya jauh, tapi seperti kata Dewangga, itu bukan jaminan apa-apa. Semua masih harus dibuktikan di lapangan hijau.
Artikel Terkait
BI Catat Lonjakan 85% Penukaran Uang Jelang Lebaran, Perluas Layanan ke 9.294 Titik
Manchester United Bangkit, Kembali ke Jalur Kemenangan Usai Tekuk Aston Villa
ASDP Terapkan Sistem Satu Arah 4,5 Km untuk Atasi Antrean Horor di Pelabuhan Gilimanuk
Hashim Beberkan Respons ke Prabowo Soal Kelambatan Program 3 Juta Rumah