Merek mobil listrik asal China, Lepas, punya target yang gak main-main: mereka ingin menjual satu juta unit kendaraan per tahun secara global pada 2030. Target sebesar itu jelas ambisius, tapi mereka yakin bisa mencapainya.
Indonesia, ternyata, punya peran penting dalam peta ekspansi mereka. Kenapa? Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di sini dinilai sudah mulai matang dan menjanjikan. Makanya, negeri ini dipandang sebagai pasar strategis untuk jangka panjang.
Deputy Country Director Lepas Indonesia, Ricky He, mencoba menjelaskan ambisi itu. Baginya, angka satu juta unit itu bukan sekadar soal kuantitas penjualan semata.
"Ini lebih daripada angka," ujar Ricky di Jakarta Utara belum lama ini.
"Mulai dengan visi untuk masa depan. Visi kami di 2030 menargetkan angka 1 juta unit per tahun untuk jangka panjang. Ini mencerminkan arah dan fondasi kita dalam membangun sistem global yang berkelanjutan," tegasnya.
Nah, untuk mewujudkannya, rencana konkret sudah disiapkan. Dalam tiga tahun ke depan, Lepas berencana meluncurkan 12 model baru. Model-model ini akan mengisi berbagai segmen, tentu saja dengan mata tertuju juga pada selera konsumen Indonesia.
Di sisi lain, komitmen mereka tak cuma di produk baru. Layanan purnajual juga akan diperkuat. Perusahaan ini menargetkan pembangunan sekitar 40 jaringan diler yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap diler nantinya bakal dilengkapi fasilitas penjualan, bengkel servis, dan tentu saja, ketersediaan suku cadang yang memadai.
Untuk saat ini, fokus di pasar domestik ada pada pengenalan model secara bertahap. Perdana, mereka menghadirkan Lepas L8, sebuah SUV listrik premium yang jadi wajah dari desain dan teknologi terbaru mereka.
SUV ini mengusung desain yang elegan dan fitur teknologi mutakhir. Konsepnya jelas: menjawab kebutuhan mobilitas urban dengan mengedepankan kenyamanan dan efisiensi. Pertama kali diperkenalkan di GIIAS 2025, mobil ini sudah bisa dipesan sejak dini. Soal harga resminya? Masih harus ditunggu pengumumannya di ajang IIMS 2026 mendatang.
Jadi, langkah Lepas terlihat jelas. Mereka tak cuma datang untuk jualan, tapi juga membangun ekosistem. Target satu juta unit itu memang besar, tapi itulah fondasi yang mereka coba bangun dari sekarang.
Artikel Terkait
Bupati Lampung Tengah Nonaktif Ardito Wijaya Dipindahkan ke Lapas Lampung Jelang Sidang Perdana
Kanselir Jerman Kecam AS dan Israel karena Meremehkan Kekuatan Iran
Transjakarta Sediakan Shuttle Gratis untuk Penumpang KRL Terdampak Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Lima Tim Kuda Hitam yang Siap Jadi Kejutan di Piala Dunia 2026