Pagi itu, sekitar pukul sepuluh lewat lima menit, Fuad Hasan Masyhur tiba di Gedung Merah Putih KPK. Bos travel Maktour itu memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi. Kasusnya? Dugaan korupsi kuota haji.
Ia terlihat mengenakan kemeja biru tua, rapi. Di tangannya, beberapa dokumen dibawa. Wajahnya tenang meski sorot mata kamera mengepungnya.
"Ya dipanggil. Taat asas, taat hukum harus hadir," ujar Fuad kepada awak media yang menunggu.
"Apa yang dikhawatirkan? Sebagai warga negara baik harus datang. Dipanggil enggak ada tunda-tunda harus on time, taat asas, taat hukum, apalagi harus penuh dengan integritas semua ya ini," tambahnya dengan nada percaya diri.
Fuad lantas membantah keras narasi yang selama ini beredar. Menurutnya, biro travel miliknya justru mendapat porsi yang sangat kecil dari kuota haji Indonesia tahun 2024 ini. Jumlahnya, klaim dia, tak sampai satu persen.
"Dari jumlah semua, hanya 0 koma, hanya 0 koma. Tidak sampai 300," ungkapnya.
"Tahun sebelumnya itu Maktour hampir 600. Tahun 2024 itu kami dipangkas."
Dia pun menunjukkan dokumen yang dibawanya sebagai bukti. "Nah ini saya bawa untuk memperlihatkan, begitu susahnya," jelas Fuad.
Artikel Terkait
Aktivis Muhammadiyah Soroti Pencabutan HGU: Prabowo Tunjukkan Ketegasan Lawan Oligarki
Polemik Masjid Liliba: Pemkot Kupang Tegaskan Aturan, Bukan Penolakan
Gus Umar Sindir Gibran: Wapres Hasil Obrak-abrik Konstitusi
Gadis 9 Tahun Terseret Motor Usai Berjuang Pertahankan HP dari Pencuri