Jakarta lagi-lagi didera kenaikan harga. Rabu pagi ini (28/1/2026), suasana di pasar tradisional maupun modern tampak sedikit lebih tegang. Para ibu-ibu yang berbelanja terlihat mengelus dada, sambil membandingkan harga yang tercantum di etalase dengan uang di dompet mereka. Ya, mayoritas komoditas pokok mulai dari bawang, beras, sampai cabai dan daging harganya melonjak dibanding beberapa hari lalu.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, yang diambil sekitar pukul setengah sepuluh pagi, memberikan gambaran yang cukup jelas. Bawang merah, misalnya, meroket hampir 9 persen, sekarang menyentuh angka Rp48.550 per kilogram. Bawang putih pun tak ketinggalan, naik 5,8 persen ke level Rp42.900 per kg.
Nah, kalau ngomongin beras, situasinya cukup beragam. Untuk kualitas menengah ke bawah, kenaikannya signifikan. Beras kualitas bawah I melesat 12,15 persen jadi Rp16.150 per kg. Yang bawah II juga naik lebih dari 5 persen.
Namun begitu, ada sedikit pengecualian. Beras kualitas super I justru turun tipis, 0,29 persen. Tapi jangan senang dulu, karena saudaranya, beras super II, malah naik hampir satu persen. Jadi, fluktuasinya memang tidak seragam.
Yang paling bikin merinding? Cabai. Hampir semua jenis cabai mengalami kenaikan yang cukup tajam. Cabai merah besar naik hampir 23 persen, harganya kini Rp47.900 per kg. Cabai rawit, si pedas penyedap masakan, bahkan lebih gila lagi. Rawit hijau dan merah masing-masing melonjak di atas 16-18 persen, menembus angka Rp63-64 ribuan per kilogram. Bisa dibayangkan betapa pedasnya angka itu bagi konsumen.
Di sisi lain, protein hewani juga ikut merangkak naik. Daging ayam ras segar naik hampir 2 persen. Sapi? Lebih parah. Daging sapi kualitas I sudah di angka Rp151.000 per kg setelah naik lebih dari 6 persen. Kualitas II pun menyusul dengan kenaikan 3,64 persen.
Tak cuma itu. Gula pasir dan minyak goreng turut menyumbang pada inflasi harian ini. Gula lokal dan premium naik sekitar 2 persen. Minyak goreng, baik curah maupun kemasan bermerek, ikut-ikutan. Minyak kemasan merek I bahkan naik hampir 8 persen. Telur ayam ras juga tak mau ketinggalan, merangkak naik 5,35 persen.
Secara keseluruhan, pantauan pagi ini menunjukkan tekanan harga yang cukup luas. Kenaikan ini tentu menjadi perhatian serius, bukan hanya bagi ibu rumah tangga, tetapi juga bagi para pengambil kebijakan. Menurut sejumlah pedagang di Pasar Senen, kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari pasokan yang berkurang hingga tingginya permintaan.
"Stok dari petani atau distributor lagi seret, Mas. Ditambah cuaca yang nggak menentu, ya akhirnya harga pada naik semua," ujar seorang pedagang sayur yang enggan disebut namanya.
Memang, fluktuasi harga pangan adalah hal yang biasa. Tapi ketika kenaikan terjadi secara serentak dan signifikan seperti ini, dampaknya langsung terasa ke dapur masyarakat. Kita lihat saja perkembangan hari-hari berikutnya.
Artikel Terkait
Roy Suryo dan Dokter Tifa Kembali Desak Komisi III DPR Gelar RDPU soal Kasus Ijazah Jokowi
Anggaran Keselamatan KAI Dipertanyakan Usai Kecelakaan di Bekasi Timur, Pakar: Publik Berhak Tahu Alokasi Dana Proteksi
Okupansi Whoosh dan LRT Jabodebek Melonjak Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi
Asisten Masinis Curiga Sinyal Eror Sesaat Sebelum KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, 15 Tewas