PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kembali melanjutkan program pembelian kembali sahamnya. Kali ini, perusahaan merilis data bahwa mereka telah membeli 176 juta lembar saham, atau sekitar 0,43% dari modal yang disetor. Harga rata-ratanya? Rp625 per lembar.
Kalau dihitung-hitung, nilai transaksi buyback itu mencapai Rp110 miliar. Angka tersebut tercatat hingga tanggal 22 Januari 2026. Nah, dengan realisasi ini, dana yang masih tersisa untuk melanjutkan program ini masih cukup besar, yakni sekitar Rp360 miliar.
Sebenarnya, ini bukan aksi pertama DEWA. Sebelumnya, pada periode 10 Desember 2025 hingga 19 Januari 2026, mereka sudah lebih dulu membeli 867 juta saham. Persentasenya sekitar 2,13% dari total saham yang beredar di pasar, dengan harga rata-rata Rp554. Transaksi tahap awal itu menelan dana tidak sedikit, kira-kira Rp480 miliar.
Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (23/1), manajemen menegaskan satu hal penting. Dana untuk seluruh program buyback ini sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan. Artinya, aktivitas ini tidak akan mengganggu operasional bisnis mereka, baik di kuartal IV-2025 maupun di kuartal I-2026 mendatang.
“Pendanaan buyback bersumber dari kas internal sehingga tidak berdampak terhadap kelangsungan operasional,” tegas manajemen.
Kepercayaan diri itu mungkin datang dari kondisi keuangan yang terlihat sehat. Per September 2025 lalu, posisi kas dan setara kas DEWA tercatat mencapai Rp1,17 triliun. Belum lagi, mereka juga memproyeksikan akan ada tambahan arus kas bebas sekitar Rp595 miliar dalam periode Oktober 2025 hingga Februari 2026. Cukup untuk menopang program ini.
Secara keseluruhan, DEWA mengalokasikan dana hingga Rp950 miliar untuk membeli kembali sahamnya. Program yang berlangsung sejak 19 November 2025 hingga 19 Februari 2026 ini, menurut mereka, dilakukan dengan harga yang wajar dan sesuai aturan.
Di sisi lain, pasar tampak merespons positif. Pada hari yang sama informasi ini beredar, yaitu Jumat (23/1), saham DEWA menguat 3,01% ke level Rp685. Volume perdagangannya pun cukup sibuk, dengan 1,58 miliar saham berpindah tangan menciptakan transaksi senilai Rp1,04 triliun. Sebuah sinyal yang menarik untuk diamati.
Artikel Terkait
ALII Raih Kredit Investasi Rp494,5 Miliar dari BRI untuk Ekspansi Armada
PT Timah Genjot Produksi dan Hilirisasi pada 2026 Manfaatkan Momentum Harga Global
Vale Indonesia (INCO) Eksekusi Opsi Greenshoe USD250 Juta, Total Fasilitas Kredit Membengkak Jadi USD750 Juta
IHSG Anjlok 6,6% dalam Sepekan, Asing Tarik Dana Hingga Rp2 Triliun dalam Sehari