Di Istana Negara, suasana hari ini tampak berbeda. Presiden Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan seluruh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, menunaikan zakat. Acara yang bertajuk "Zakat Menguatkan Indonesia" ini berlangsung khidmat, sekaligus menjadi pembuka sidang kabinet paripurna.
Menurut sejumlah saksi, ruangan dipenuhi oleh para pejabat tinggi negara. Mulai dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, para wakil menteri, kepala badan, hingga para penasihat dan asisten khusus presiden. Mereka semua hadir untuk satu tujuan: menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, yang menerima penyerahan secara simbolis itu pun tak lupa mendoakan para penyumbang atau muzaki. “Ini bagian dari kewajiban kami sebagai amil,” ujarnya. Hasilnya? Tercatat lebih dari Rp3,8 miliar terkumpul hari ini, berasal dari 111 orang muzaki.
Usai menunaikan kewajiban agamanya, Presiden Prabowo langsung membuka sidang kabinet. Dalam sambutannya, ia menekankan peran vital Baznas. “Kita hari ini sudah memberi contoh dengan berzakat. Ini menunjukkan lagi betapa pentingnya peran Baznas,” kata Prabowo.
Ia kemudian melanjutkan dengan visi yang lebih luas. Menurutnya, semua lembaga keuangan dan ekonomi dari organisasi keagamaan di tanah air perlu dikoordinasikan. “Kita konsolidasikan dan tingkatkan kemampuannya dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Tujuannya jelas: agar potensi ekonomi bangsa bisa digerakkan secara berarti, efisien, dan efektif,” tuturnya.
Di sisi lain, Sodik Mudjahid menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Momentum ‘Zakat Istana’ di bulan Ramadan ini, baginya, adalah penguat bagi gerakan zakat nasional.
“Alhamdulillah, di hari ke-23 Ramadan ini, kami di Baznas menerima penyerahan zakat dari Bapak Presiden, Wakil Presiden, dan seluruh kabinet. Ini memberi nilai yang luar biasa bagi kami,” katanya dengan penuh haru.
Sodik juga membeberkan target ambisius Baznas. Untuk Ramadan tahun ini saja, mereka mengejar penghimpunan Rp515 miliar. Angka itu merupakan bagian dari target Rp1,4 triliun di tingkat pusat sepanjang 2026. Kalau digabung dengan target nasional pusat dan daerah angka yang diincar jauh lebih besar: Rp66 triliun.
Ia memproyeksikan, pengumpulan zakat nasional di bulan suci ini bisa tembus Rp6 triliun. Itu akan dihimpun melalui sekitar 760 lembaga zakat, baik Baznas maupun LAZ, yang tersebar di seluruh Indonesia.
Harapannya sederhana: keteladanan dari pucuk pimpinan negara ini bisa menular. Sodik berharap para pejabat lain, pelaku usaha, hingga masyarakat biasa tergerak untuk berzakat, infak, dan sedekah. “Dengan begitu, kita bisa memperkuat kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.
Di akhir kesempatan, Sodik kembali mengingatkan. Pesannya singkat namun dalam. “Zakat menolong umat, dan zakat adalah penolong di akhirat. Kami di Baznas siap menerima dan menyalurkannya kepada yang berhak, dengan penuh amanah dan sesuai syariat.”
Artikel Terkait
Kanselir Jerman Kecam AS dan Israel karena Meremehkan Kekuatan Iran
Transjakarta Sediakan Shuttle Gratis untuk Penumpang KRL Terdampak Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Lima Tim Kuda Hitam yang Siap Jadi Kejutan di Piala Dunia 2026
Wagub Jakarta Rano Karno Melayat Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Pastikan Bantuan Pemprov Mengalir