Di sisi lain, protein hewani juga ikut merangkak naik. Daging ayam ras segar naik hampir 2 persen. Sapi? Lebih parah. Daging sapi kualitas I sudah di angka Rp151.000 per kg setelah naik lebih dari 6 persen. Kualitas II pun menyusul dengan kenaikan 3,64 persen.
Tak cuma itu. Gula pasir dan minyak goreng turut menyumbang pada inflasi harian ini. Gula lokal dan premium naik sekitar 2 persen. Minyak goreng, baik curah maupun kemasan bermerek, ikut-ikutan. Minyak kemasan merek I bahkan naik hampir 8 persen. Telur ayam ras juga tak mau ketinggalan, merangkak naik 5,35 persen.
Secara keseluruhan, pantauan pagi ini menunjukkan tekanan harga yang cukup luas. Kenaikan ini tentu menjadi perhatian serius, bukan hanya bagi ibu rumah tangga, tetapi juga bagi para pengambil kebijakan. Menurut sejumlah pedagang di Pasar Senen, kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari pasokan yang berkurang hingga tingginya permintaan.
"Stok dari petani atau distributor lagi seret, Mas. Ditambah cuaca yang nggak menentu, ya akhirnya harga pada naik semua," ujar seorang pedagang sayur yang enggan disebut namanya.
Memang, fluktuasi harga pangan adalah hal yang biasa. Tapi ketika kenaikan terjadi secara serentak dan signifikan seperti ini, dampaknya langsung terasa ke dapur masyarakat. Kita lihat saja perkembangan hari-hari berikutnya.
Artikel Terkait
Pendapatan Tambang Melonjak, Asosiasi Desak Jaga Iklim Investasi
Menag Tetapkan Batas Akhir: Obat Wajib Bersertifikat Halal Oktober 2026
Kempi Deli dan CHUCHAT Rangkai Sandwich dan Teh Spesial Sambut Imlek
Wajah Jadi Kunci: Registrasi SIM Bakal Pakai Biometrik Mulai 2026