Di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, suasana Kamis siang itu terlihat sedikit berbeda. Sejumlah warga Indonesia baru saja tiba dari Myanmar. Mereka dikumpulkan di satu area untuk proses pendataan. Cuaca di Tangerang, Banten, terik, namun tampaknya tak sebanding dengan kelegaan yang terpancar dari wajah-wajah mereka.
Rupanya, ini adalah hasil kerja keras Kementerian Luar Negeri. Bersama dengan KBRI Yangon dan Bangkok, pemerintah berhasil memulangkan 90 WNI lagi. Mereka dievakuasi dari perbatasan Myanmar-Thailand, menambah daftar panjang upaya repatriasi yang telah dilakukan.
Lalu, apa yang mereka lakukan di sana? Menurut informasi, para WNI ini terjaring dalam operasi penindakan besar-besaran oleh otoritas Myanmar. Sasaran operasinya adalah pusat kejahatan "online scamming" dan perjudian daring yang beroperasi di kawasan Myawaddy. Mereka terlibat, entah sebagai pekerja atau dalam peran lain, di pusat kegiatan ilegal tersebut.
Kini, mereka sudah kembali ke tanah air. Proses pendataan yang ketat di bandara adalah langkah pertama untuk memastikan segala sesuatunya berjalan tertib. Setelah ini, masih ada jalan panjang untuk mereka lalui.
Artikel Terkait
KPK Sita Rp200 Juta dan Mobil Mewah dalam Kasus Suap Audit BPK yang Seret Bupati Muara Enim
DPR Desak Kementerian Koperasi Rumuskan Indikator Keberhasilan Program Koperasi Desa Merah Putih
Enam Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur dari Mobil Dinas, Tiga Masih Buron
Golkar Bantah Wacana Bahlil Maju Pilpres 2029, Tegaskan Fokus pada Konsolidasi Partai