Musim hujan sudah tiba. Hampir di seluruh penjuru negeri, langit mulai rutin mengguyurkan airnya. Cuaca yang basah dan lembap ini, mau tak mau, bikin tubuh kita lebih gampang terserang penyakit. Pilek, flu, demam berdarah, sampai diare seolah mengintai di setiap sudut.
Nah, salah satu kunci bertahan di musim seperti ini adalah jeli memilih asupan. Imunitas tubuh memang cenderung drop saat musim hujan, sehingga risiko sakit meningkat. Ditambah lagi, udara yang lembap bikin sistem pencernaan kerja lebih lambat. Kondisi sekitar yang basah dan kotor juga jadi sarang empuk buat kuman dan bakteri berkembang biak.
Lantas, apa yang harus kita lakukan? Intinya, tubuh perlu dijaga agar tetap kuat. Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya sering dikonsumsi, tapi ada juga yang lebih baik dihindari dulu. Berikut beberapa rekomendasi dan pantauannya.
Minuman Herbal
Menurut Fitri Hudayani, Ahli gizi dari RSCM Jakarta, musim hujan justru moment yang tepat untuk menenggak minuman herbal alami. Jahe, kunyit, atau teh rempah bisa jadi pilihan untuk memperkuat daya tahan tubuh.
"Saat hujan kita cenderung senang mengonsumsi minuman hangat. Hal ini dapat dimanfaatkan juga untuk mengkonsumsi minuman herbal yang alami," ujar Fitri.
Makanan Hangat
Jangan remehkan kuah panas! Semangkuk sup, sayur bening, atau soto ayam bukan cuma menghangatkan badan, tapi juga memenuhi kebutuhan gizi di kala cuaca tak menentu.
Teh Hijau
Teh hijau punya keunggulan tersendiri. Kandungan flavonoid dan antioksidannya yang bersifat anti-inflamasi membantu meningkatkan daya tahan dan melawan gejala flu.
Buah Jeruk
Vitamin C dalam jeruk sudah terkenal perannya. Buah ini membantu meningkatkan imunitas, mencegah flu, dan mengurangi keparahan pilek terutama saat udara terasa dingin.
Di sisi lain, ada juga beberapa jenis asupan yang sebaiknya kamu waspadai atau batasi konsumsinya.
Kopi
Efek diuretik pada kopi bikin kita lebih sering buang air kecil. Alhasil, panas tubuh ikut terbuang dan suhu badan jadi lebih dingin dari suhu udara sekitar. Bisa-bisa malah menggigil.
Gorengan dan Makanan Pedas
Dua jenis makanan ini sebaiknya dikurangi. Selain berpotensi mengganggu pencernaan, kandungan kalorinya tinggi dan bisa memicu kenaikan berat badan, apalagi kalau aktivitas fisik lagi minim.
Buah dan Sayuran Mentah Kecuali Dikupas
Kelembapan tinggi meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan virus pada produk segar. Kalau mau makan, pastikan sudah dikupas atau dicuci dengan air mengalir secara sangat teliti.
Daging Mentah Setengah Matang
Kondisi lembap memicu pertumbuhan bakteri dengan cepat. Daging atau ikan yang dimasak kurang matang lebih rentan terkontaminasi dan berisiko menyebabkan penyakit.
Soda
Minuman bersoda sebaiknya dihindari. Kombinasi kafein dan gula tinggi di dalamnya memicu efek diuretik, yang berisiko membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat dan dehidrasi.
Intinya, di musim hujan seperti sekarang, lebih baik kita sedikit lebih perhatian pada apa yang masuk ke perut. Pilih yang hangat-hangat dan bergizi, hindari yang berisiko. Dengan begitu, kita bisa tetap fit menjalani hari meski hujan turun sepanjang hari.
Artikel Terkait
Superbank Gelar RUPST Perdana Pasca-IPO, Catat Laba Sebelum Pajak Rp143,3 Miliar di 2025
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Kulon Progo Rampung Juni 2026, Tampung 1.080 Siswa
Kementerian Ekraf Dorong Musisi Tak Hanya Berkarya, Tapi Juga Ciptakan Dampak Ekonomi
LEGO Buka Gerai Terbesar se-Asia Tenggara di Jakarta, Jadi Sinyal Kepercayaan Investor pada Ekonomi Indonesia