Setelah menunggu cukup lama sejak 2022, akhirnya Eka Hospital di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, resmi beroperasi. Gedung baru itu tampak bersih dan modern, dengan cat putih mendominasi lorong dan ruang layanannya. Desainnya minimalis, jauh dari kesan rumah sakit yang menakutkan.
Ini adalah cabang kesembilan grup tersebut di Indonesia. Dan yang bikin menarik, mereka punya senjata andalan: sebuah robot bedah canggih bernama Da Vinci Xi.
Menurut CEO Eka Hospital Group, drg Rina Setiawati, kehadiran teknologi ini diharapkan bisa mengubah kebiasaan masyarakat. Alih-alih jauh-jauh ke luar negeri untuk berobat, kini ada pilihan di dalam negeri. “Tujuan kami sederhana,” katanya.
“Memperluas akses seluas-luasnya agar masyarakat Indonesia bisa menikmati layanan kesehatan berkualitas. Untuk itu, kami juga menghadirkan para dokter ternama, guru besar, dan profesor yang akan praktik di sini.”
Peresmiannya sendiri digelar di Jakarta pada Jumat, 23 Januari 2026.
Lalu, apa sih istimewanya robot itu? Rina memaparkan, teknologi robotik ini biasa dipakai untuk berbagai operasi rumit. Hasilnya? Sudah terbukti, terutama dalam hal presisi dan keselamatan pasien. Cakupannya luas, mulai dari bedah digestif, urologi, sampai penanganan tumor.
“Keunggulannya terletak pada ketepatan,” jelas Rina.
“Kalau dikerjakan tangan manusia, meski ahli, tetap ada batasan. Nah, robot ini bisa melakukan pemotongan jaringan dengan presisi sangat tinggi. Bahkan untuk menjangkau area yang sulit misalnya tertutup organ lain robot ini mampu.”
Pengalaman grup ini dengan robot bedah sebenarnya sudah lama. Rina bercerita tentang satu kasus terbaru, di mana seorang pasien harus menjalani pengangkatan sebagian usus karena tumor. Operasi semacam itu biasanya berisiko tinggi dan mengakibatkan pendarahan hebat.
Tapi dengan bantuan robot, semuanya berjalan berbeda.
“Kami menyaksikan sendiri, darah yang keluar sangat minimal. Tidak sampai satu cangkir, saat ginjalnya dipotong separuh,” ujarnya.
Dampaknya jelas. Risiko selama operasi bisa ditekan, dan efek samping pasca-operasi pun ikut berkurang. Pasien jadi lebih cepat pulih, masa rawat di rumah sakit pun dipersingkat. “Ini sangat berguna. Mereka bisa segera kembali beraktivitas dan melanjutkan pengobatan tanpa harus berlama-lama di sini,” tambah Rina.
Di sisi lain, Hospital Director Eka Hospital Group, dr Shierly Novan, menekankan bahwa layanan di sini tak cuma kuratif. Mereka juga mengedepankan aspek promotif, preventif, dan rehabilitatif. Pendekatannya interdisipliner, melibatkan berbagai bidang keahlian.
“Kami mengadopsi teknologi terkini di setiap pilar layanan, dari diagnostik hingga bedah,” kata Shierly.
“Manusia itu kompleks, jadi pelayanan kesehatannya juga harus kolaboratif. Harapannya, Eka Hospital tak cuma bisa bersaing dengan rumah sakit dalam negeri, tapi juga setara dengan standar internasional.”
Dengan fasilitas dan komitmen seperti itu, grup ini tampaknya serius ingin menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang semakin tinggi. Tak perlu lagi jauh-jauh ke luar negeri, mungkin itu pesan utamanya.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Aturan Rantai Pasok Bahan Baku Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis
Pertempuran Antar Etnis di Chad Timur Tewaskan 42 Orang, Picu Respons Cepat Pemerintah
IHSG Diprediksi Masih Tertekan di Zona Merah, Terbayangi Efek Rebalancing MSCI
Pasukan Israel Blokir Jalan dan Lempar Batu ke Kendaraan Warga Palestina di Tepi Barat