Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan masalah serius. Hanya kelelahan. Dan itu wajar. Trenggono mengaku, seminggu terakhir benar-benar menguras tenaga, fisik dan mental. Keluarga besar KKP sedang berduka akibat musibah pesawat itu.
"Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500,"
Di sisi lain, meski baru saja menyelesaikan tugas pendampingan presiden di London dan Davos, ia merasa harus pulang. Sebagai pimpinan, ia ingin berada di tengah anak buahnya di saat-saat seperti ini. Baik suka, apalagi duka.
"Menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir,"
Ucapannya singkat. Tapi terasa dalam. Kini, Trenggono memastikan kondisinya sudah pulih dan siap kembali bertugas.
Artikel Terkait
85 Truk Kena Tegur dalam Razia Ketat Truk Besar di Sumedang
Polda Sumsel Pisahkan Kendaraan Berat dan Aktifkan Tim Urai Macet untuk Antisipasi Macet Mudik
Gelombang Pemudik Padati Pelabuhan Merak, 48 Ribu Penumpang Tercatat dalam 12 Jam
Arus Mudik H-5 Lebaran Lancar, Angka Fatalitas Kecelakaan Turun 45 Persen