"Termasuk beberapa Sertifikat Hak Milik dan Sertifikat Hak Guna Bangunan sebagai agunan borrower macet, serta sarana pendukung operasional perusahaan," jelas Ade.
Di sisi lain, penyidik juga melirik bukti elektronik. Mereka mengamankan data digital yang tersimpan dalam sistem IT perusahaan. Data operasional dan catatan transaksi menjadi sasaran utama.
"Serta dokumen elektronik yang diduga berkaitan dengan pengelolaan dana dan pembiayaan," tambahnya.
Semua data itu diambil dari perangkat keras seperti unit CPU dan mini PC yang ada di lokasi. Penggeledahan selama dua hari itu pun akhirnya berakhir dengan puluhan jam kerja dan segunung barang bukti yang harus diteliti lebih lanjut.
Artikel Terkait
AirAsia Bersiap Borong 100 Pesawat Airbus A220 untuk Buka Rute Baru
Rumput Liar di Sela Paving: Pelajaran Ketangguhan yang Terlupakan
Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Gibran Tinjau Lokasi Banjir Bandang Pasirlangu, Tegaskan Prioritas Selamatkan Jiwa