"Termasuk beberapa Sertifikat Hak Milik dan Sertifikat Hak Guna Bangunan sebagai agunan borrower macet, serta sarana pendukung operasional perusahaan," jelas Ade.
Di sisi lain, penyidik juga melirik bukti elektronik. Mereka mengamankan data digital yang tersimpan dalam sistem IT perusahaan. Data operasional dan catatan transaksi menjadi sasaran utama.
"Serta dokumen elektronik yang diduga berkaitan dengan pengelolaan dana dan pembiayaan," tambahnya.
Semua data itu diambil dari perangkat keras seperti unit CPU dan mini PC yang ada di lokasi. Penggeledahan selama dua hari itu pun akhirnya berakhir dengan puluhan jam kerja dan segunung barang bukti yang harus diteliti lebih lanjut.
Artikel Terkait
Gejolak Harga Minyak Ancam BBM, Pengemudi Ojol Beralih Listrik Justru Tenang
Lima Kapal Diserang dalam Dua Hari, Keamanan Jalur Vital Teluk Makin Terancam
Prabowo Serukan Penghentian Aksi Militer ke MBS, Siap Jadi Mediator
Kemkomdigi Perketat Patroli Siber untuk Tangkal Penipuan Mudik dan Hoaks Jelang Lebaran