Dia melanjutkan, "Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri serta memberi peluang produk Indonesia terlibat dalam rantai pasok dunia.”
Jadi, intinya sederhana: alih pengetahuan, penguatan rantai pasok lokal, dan integrasi ke pasar global adalah kuncinya. Komitmen ini, kata Agus, sejalan dengan pesan strategis yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di forum yang sama.
Pesan itu intinya tentang positioning. Indonesia ingin dilihat sebagai mitra yang stabil dan kredibel, tentu saja dengan peluang investasi yang menggiurkan. Namun di balik itu, ada tekad untuk memajukan industri domestik secara signifikan.
WEF Davos bukan sekadar ajang pidato. Bagi Indonesia, ini adalah panggung untuk menunjukkan bahwa mereka serius bermain di liga global, dengan cara mereka sendiri.
Artikel Terkait
Polri Imbau Masyarakat Laporkan Pemaksaan THR Jelang Lebaran
Menteri ATR Tegaskan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Meski Ada Kebijakan WFA
Transformasi BRI Berbuah, Rasio CASA Kuat di 70,6% dan DPK Tembus Rp1.467 Triliun
Menko Infrastruktur AHY Perintahkan PU Kerja Pagi-Siang-Malam Siapkan Jalan untuk Mudik 2026