Dia melanjutkan, "Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri serta memberi peluang produk Indonesia terlibat dalam rantai pasok dunia.”
Jadi, intinya sederhana: alih pengetahuan, penguatan rantai pasok lokal, dan integrasi ke pasar global adalah kuncinya. Komitmen ini, kata Agus, sejalan dengan pesan strategis yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di forum yang sama.
Pesan itu intinya tentang positioning. Indonesia ingin dilihat sebagai mitra yang stabil dan kredibel, tentu saja dengan peluang investasi yang menggiurkan. Namun di balik itu, ada tekad untuk memajukan industri domestik secara signifikan.
WEF Davos bukan sekadar ajang pidato. Bagi Indonesia, ini adalah panggung untuk menunjukkan bahwa mereka serius bermain di liga global, dengan cara mereka sendiri.
Artikel Terkait
Jalan Simaninggir Mulai Dibuka, Akses Motor Kembali Mengalir
Kekalahan Dramatis Liverpool Picu Badai Tekanan untuk Arne Slot
Mbappe Bungkam El Madrigal, Madrid Rebut Puncak Klasemen
Antrean Panjang Jaecoo J5: 3.000 Unit Terserahkan, Kualitas Tetap Jadi Prioritas