Suasana di Kampung Pinang, Tigaraksa, Kamis sore itu berubah jadi mencekam. EM, seorang perempuan 25 tahun, diduga menikam suaminya sendiri, J alias Andi (53), hingga tewas. Konon, akar masalahnya sederhana tapi menusuk: sang suami ingin menikah lagi.
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul enam sore. Korban datang ke rumah istrinya itu, yang ternyata adalah istri keduanya. Setelah mandi, Andi meminta ibu mertuanya, SR, untuk menyiapkan pakaian. Tapi entah kenapa, SR dan EM malah memilih untuk salat. Baju tak kunjung disiapkan.
Melihat hal itu, korban tampak kesal. SR pun membujuk Andi masuk ke kamar, berusaha menenangkannya. Namun, ketegangan justru memuncak di balik pintu kamar itu.
EM kemudian menyusul masuk. Pertengkaran sengit pun pecah, berpusat pada niat Andi untuk menikah lagi. Suasana panas dalam sekejap.
"Kalau mau nikah, nikah saja, tapi lepasin aku," ucap EM, menurut penuturan Maruli.
Andi konon membalas dengan keras. "Ya iya, apa urusan kamu, hak saya mau nikah lagi," katanya.
Amukan pun tak terbendung. Andi yang marah besar lantas memukul kaca lemari hingga berhamburan. Ia terus berteriak-teriak. Di tengah kepanikan itu, mata EM tertuju pada sebuah golok yang tersimpan di dalam lemari.
Dalam kondisi terdesak begitu penjelasan polisi EM mengambil golok itu. Tak tanggung-tanggung, empat kali ia mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah suaminya sendiri. Ayunan pertama gagal karena sarungnya masih melekat. Tapi serangan-serangan berikutnya menghunjam, mengenai kepala, tangan, dan kaki Andi. Luka-lukanya parah.
Dia terkapar tak berdaya. EM, yang mungkin shock dengan apa yang baru dilakukannya, tetap berada di lokasi. Korban akhirnya menghembuskan napas terakhir sekitar pukul sepuluh malam.
Baru keesokan harinya, Jumat siang, EM memutuskan untuk menyerahkan diri. Ia mendatangi Mapolresta Tangerang sekitar pukul sebelas dan mengakui perbuatannya.
Tim dari Satreskrim langsung bergerak. Mereka melakukan olah TKP di lokasi kejadian, mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa sejumlah saksi. Sementara jenazah Andi dibawa ke RSUD Balaraja untuk autopsi. EM kini ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sebuah rumah tangga berakhir tragis, dipicu keinginan untuk memadu cinta.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Tinjau Sekolah Rakyat, Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan
Wanita Copet di Stasiun Tanah Abang Diamankan Massa Usai Gagal Curi iPhone
Dittipidsiber Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing Global Berbasis di Kupang, 34 Ribu Korban
CIFOR Resmi Dirikan Sekretariat Eropa di Bonn Didukung Pemerintah Jerman