Jakarta baru saja kedatangan tamu penting dari Washington. Rachel Poynter, yang menjabat sebagai Plt. Direktur Kantor Pengawasan dan Pemberantasan Perdagangan Orang di Departemen Luar Negeri AS, menghabiskan waktu beberapa hari di ibu kota, dari 20 hingga 23 Januari lalu.
Agendanya padat. Ia tak hanya bertemu dengan pejabat tinggi pemerintah Indonesia, tapi juga menyempatkan diri berdiskusi dengan sejumlah perwakilan masyarakat sipil. Inti pembicaraannya satu: bagaimana komitmen bersama memerangi perdagangan orang bisa diperkuat.
Menurut sejumlah saksi yang mengetahui jalannya pertemuan, beberapa isu spesifik jadi sorotan. Misalnya, maraknya kerja paksa di sektor perikanan dan praktik perdagangan seks yang masih terus terjadi. Namun begitu, ada satu topik yang mendapat perhatian ekstra: ledakan penipuan daring atau online scam yang belakangan ini kian meresahkan.
Nah, rekomendasi AS sendiri sebenarnya sudah tertuang dalam Laporan Perdagangan Orang 2025. Dokumen itu berisi saran-saran khusus untuk tiap negara, mulai dari cara memperkuat penuntutan pelaku, meningkatkan perlindungan bagi korban, hingga langkah pencegahan.
Artikel Terkait
Jalan Simaninggir Mulai Dibuka, Akses Motor Kembali Mengalir
Kekalahan Dramatis Liverpool Picu Badai Tekanan untuk Arne Slot
Mbappe Bungkam El Madrigal, Madrid Rebut Puncak Klasemen
Antrean Panjang Jaecoo J5: 3.000 Unit Terserahkan, Kualitas Tetap Jadi Prioritas