Kedutaan Besar AS di Jakarta pun angkat bicara mengenai kunjungan ini.
"Pertemuan ini mewakili kemitraan berkelanjutan kedua negara dalam mengatasi ancaman terhadap keselamatan, keamanan, dan kemakmuran kedua negara," begitu bunyi keterangan resmi mereka, yang dirilis pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Memang, fenomena perdagangan manusia yang dikaitkan dengan sindikat penipuan online ini sudah seperti epidemi di kawasan Asia Tenggara beberapa tahun terakhir. Ribuan korban dari berbagai negara terjebak dalam pusat-pusat penipuan yang beroperasi, misalnya, di Kamboja dan Myanmar. Situasinya cukup pelik.
Kunjungan Poynter ini, di satu sisi, menegaskan bahwa masalah ini dianggap serius oleh kedua pihak. Kerja sama bilateral tampaknya akan terus digenjot, melihat kompleksitas dan jangkauan kejahatan yang kian tak kenal batas negara.
Artikel Terkait
Volkswagen Pangkas 50.000 Pekerjaan Hingga 2030 Imbas Laba Anjlok
Gus Ipul Dorong 5 Juta Penerima PKH Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa
DPR Terima Tiga Surat Presiden Prabowo Soal RUU dan Kerja Sama Kanada
DPR Sahkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK 2026-2031