Kedutaan Besar AS di Jakarta pun angkat bicara mengenai kunjungan ini.
"Pertemuan ini mewakili kemitraan berkelanjutan kedua negara dalam mengatasi ancaman terhadap keselamatan, keamanan, dan kemakmuran kedua negara," begitu bunyi keterangan resmi mereka, yang dirilis pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Memang, fenomena perdagangan manusia yang dikaitkan dengan sindikat penipuan online ini sudah seperti epidemi di kawasan Asia Tenggara beberapa tahun terakhir. Ribuan korban dari berbagai negara terjebak dalam pusat-pusat penipuan yang beroperasi, misalnya, di Kamboja dan Myanmar. Situasinya cukup pelik.
Kunjungan Poynter ini, di satu sisi, menegaskan bahwa masalah ini dianggap serius oleh kedua pihak. Kerja sama bilateral tampaknya akan terus digenjot, melihat kompleksitas dan jangkauan kejahatan yang kian tak kenal batas negara.
Artikel Terkait
Jalan Simaninggir Mulai Dibuka, Akses Motor Kembali Mengalir
Kekalahan Dramatis Liverpool Picu Badai Tekanan untuk Arne Slot
Mbappe Bungkam El Madrigal, Madrid Rebut Puncak Klasemen
Antrean Panjang Jaecoo J5: 3.000 Unit Terserahkan, Kualitas Tetap Jadi Prioritas